News

Kisah Satu Keluarga Positif COVID-19 Gegara Hadiri Hajatan di Pondok Ranggon

Satu keluarga di kawasan Pondok Ranggon, Jakarta Timur terkonfirmasi positif COVID-19 akibat menghadiri hajatan yang digelar tetangganya.


Kisah Satu Keluarga Positif COVID-19 Gegara Hadiri Hajatan di Pondok Ranggon
Suasana Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 144 balita terkonfirmasi positif COVID-19 pada Kamis (18/6/2021). Tidak sedikit balita yang kini mendapat perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Salah satunya Husein yang baru berusia 6 bulan.

Husein merupakan buah hati dari pasangan Fahrizal dan Indri. Mereka tinggal di kawasan Pondok Ranggon, Jakarta Timur. 

Fahrizal bersama kedua orang kesayangannya dilarikan ke RSD Wisma Atlet pada Senin, 21 Juni 2021. Sebelum diantar ambulans, Fahrizal bersama istri serta anak menjalani tes swab antigen karena demam serta pegal-pegal di seluruh tubuhnya. Gejala serupa juga dialami istrinya.

"Habis swab langsung gak bisa cium bau, seperti lidah mati rasa gitu," tutur Fahrizal ketika dihubungi AKURAT.CO, Jumat (18/6/2021).

Setelah itu, Fahrizal mengatakan kondisi ini sempat membuat Indri terpuruk. Sebab, virus corona juga menyasar sang anak.

"Memang di sini menjadi peran saya, meyakinkan istri agar tetap semangat menjalaninya. Jangan sampai keterpurukan membuat imun menjadi drop," akunya.

Fahrizal menceritakan, sebelum terpapar COVID-19 dia mengaku menghadiri sebuah hajatan yang diselenggarakan tetangganya. 

"Kemaren ada hajatan deket rumah, terus adalah tetangga meninggal karena COVID-19," tuturnya.

Fahrizal mengatakan, pasien COVID-19 yang meninggal di dekat rumahnya berusia lebih dari 60 tahun atau masuk kategori lanjut usia (lansia).

Meski begitu, Fahrizal tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Dia menyadari bahwa terpapar COVID-19 merupakan takdir Yang Maha Kuasa.

"Saya ada di sini (RSD Wisma Atlet) juga takdir, jadi pengalaman. Yang terpenting salat jangan putus, mau sakit, sehat, salat jalan terus. Kalau dikasih sakit itu kan kehendak Allah," papar Fahrizal.

Saat ini Fahrizal bersama istri dan anaknya hanya fokus  meningkatkan imun dengan mengikuti semua anjuran tenaga medis.

"Olahraga, kenalan sama banyak orang di Wisma Atlet. Harus dibawa happy biar imun nambah terus," terangnya.

Fahrizal mengatakan, perawatan di RSD Wisma Atlet ditargetkan tenaga medis kurang lebih 10 hari. Kalau hasil swab nanti negatif, ketiganya diperbolehkan kembali menjalani aktivitas seperti biasa dengan protokol kesehatan ketat.

"Mohon doa untuk semuanya ya, semoga pandemi COVID-19 segera berakhir. Jangan abai lagi teman-teman, COVID-19 itu nyata," tukasnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co