Rahmah

Kisah Sa'd bin Khaitsamah, Kecintaan terhadap Agama dan Bentuk Baktinya kepada Sang Ayah 

Sa'd bin Khaitsamah merupakan salah satu sahabat Anshar yang memeluk Islam pada masa awal, tepatnya pada Ba'iatul Aqabah kedua.


Kisah Sa'd bin Khaitsamah, Kecintaan terhadap Agama dan Bentuk Baktinya kepada Sang Ayah 
Ilustrasi Sahabat Nabi (Madaninews)

AKURAT.CO  Salah satu sahabat Anshar yang memeluk Islam pada masa awal, tepatnya pada Ba'iatul Aqabah kedua adalah Sa'd bin Khaitsamah. Dirinya juga ditunjuk sebagai salah satu dari dua belas pemimpin kaumnya di Madinah, yaitu salah satu Kabilah dari Suku Aus.

Hingga pada saat Rasulullah SAW menggerakkan pasukan ke Badar, Sa'd beserta ayahnya, Khaitsamah bin Harits menghadap Rasulullah SAW untuk mengikuti beliau. Akan tetapi, Rasulullah SAW justru menolak jika mereka berdua yang mengikutinya, dan hanya salah satu saja yang diizinkan Rasulullah SAW.

Dengan demikian, Khaitsamah berkata kepada anaknya, "Tidak bisa tidak, salah seorang dari kita harus tinggal, karena itu tinggallah kamu bersama istri-istrimu!"

Namun Sa'd menolak perintah ayahnya itu. Hal tersebut ia lakukan untuk membaktikan diri kepada Rasulullah SAW dan Islam, sehingga, dirinya tidak ingin mengalah begitu saja. Sa'd berkata, "Jika tidak karena jannah (surga), aku akan mendahulukan ayah untuk berangkat. Sesungguhnya aku menginginkan syahid di tempat yang kutuju ini."

Oleh karena tidak ada yang mengalah, dan masing-masing bertahan dengan pendapatnya, Rasulullah SAW lalu menyarankan mereka untuk melakukan undian. Sa'd pun berhasil menang dan terpilih ke Badar menemani Rasullullah SAW. 

Sesuai dengan keinginannya, Allah memenuhinya. Sa'd terbunuh syahid di tangan Amr bin Abdu Wadd.

Di tahun berikutnya, ketika Rasulullah SAW sedang mempersiapkan pasukan untuk Perang Uhud, Khaitsamah bin Harits menghadap Rasulullah SAW dan berkata, 

"Wahai Rasulullah,tadi malam aku bermimpi bertemu dengan anakku, Sa’d dalam keadaan yang seindah-indahnya. Ia menikmati hidup yang nyaman di surga. Ia berkata kepadaku : Wahai ayah, apa yang dijanjikan Tuhanku benar adanya, maka segeralah temui aku untuk bercengkerama di surga. Pagi harinya waktu bangun, aku sungguh merasa sangat rindu untuk menemani anakku dan bertemu Tuhanku. Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dikaruniai mati syahid…!!”.

Rasulullah SAW hanya tersenyum mendengar cerita Khaitsamah tersebut dan mendoakan seperti yang dimintanya. Dan pada peperangan Uhud berlangsung, Khaitsamah langsung turun dalam kancah pertempuran dan akhirnya menemui syahid seperti yang dirindukannya selama ini. Wallahu A'lam Bishawab. []