Rahmah

Kisah Rasulullah SAW dan Keberkahan Uang Delapan Dirham

Dengan membawa uang 8 dirham, Rasulullah SAW hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga.


Kisah Rasulullah SAW dan Keberkahan Uang Delapan Dirham
Ilustrasi (pixabay.com)

AKURAT.CO  Suatu hari, Rasulullah SAW bermaksud untuk pergi ke pasar untuk  berbelanja. Dengan membawa uang 8 dirham, Rasulullah SAW hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Namun belum juga sampai di pasar itu, Rasulullah SAW mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Rasulullah SAW kemudian sempatkan untuk bertanya kepada wanita itu. "Kenapa menangis?" "Apakah hidupnya sedang ditimpa musibah?"

Wanita itu lalu menyampaikan bahwa ia merupakan seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia menangis dan bersedih lantaran sangat takut didera oleh majikannya nanti. Tak menunggu waktu lama, dua dirham dikeluarkan dari saku Baginada Rasulullah SAW untuk menghibur budak wanita tersebut. 

Artinya, kini hanya tersisa 6 dirham di saku Badinda Rasulullah SAW. Beliau kemudian langsung bergegas membeli gamis yang merupakan pakaian kesukaan Rasulullah SAW.

Namun setelah baru beberapa langkah di pasar, hal yang hampir serupa terjadi kembali pada Rasulullah SAW. Beliau mendapati seorang tua miskin yang sedang setengah teriak berkata, ”Barang siapa yang memberiku pakaian, Allah akan mendandaninya kelak.” Rasulullah SAW langsung memeriksa laki-laki tersebut. Ternyata, pakaian yang dikenakan orang tua itu telah lusuh, sudah tak pantas lagi untuk dipakai.

Melihat hal itu, akhirnya Baginda Rasulullah SAW memberikan gamis yang baru saja dibeli dan diberikan kepada orang tua itu dengan sukarela. Akhirnya, Baginda Rasulullah SAW tak jadi memakai baju baru.

Rasulullah SAW kemudian pulang dengan langkah kaki yang ringan. Akan tetapi, lagi-lagi saja, Rasulullah SAW harus bersabar. Kali ini beliau menjumpai wanita tadi, yang telah diberi dua dirham mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khawatir akan dihukum oleh majikannya karena terlambat.

Saat itu,  sebagai seorang budak, nilainya tidak lebih dari seekor binatang. Hukuman fisik sudah sangat lazim diterima. Rasulullah SAW yang diutus di dunia untuk mengadakan pembelaan terhadap rakyat jelata, akhirnya dengan senang hati mengantarkan budak tersebut ke rumah majikannya.

Sesampainya di rumah majikan, Rasulullah SAW mengucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban. Barulah sampai salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah. Ternyata semua penghuni rumah tersebut adalah perempuan. Ketika ditanya kenapa salam beliau tidak dijawab, pemilik rumah itu mengatakan sengaja melakukannya dengan maksud ingin didoakan Rasulullah SAW dengan salam sebanyak tiga kali. Kemudian, Rasulullah menyampaikan maksud kedatangannya, yaitu mengantar wanita yang menjadi budak tersebut karena takut mendapat hukuman dari sang majikan.

Rasulullah SAW menyampaikan, ”Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima hukumannya.” Mendengar ucapan Rasulullah SAW ini membuat seluruh penghuni rumah terkesima. Mereka merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga dari Baginda Rasulullah SAW. Karena secara tidak langsung mereka menyampaikan, ”Budak belian ini merdeka karena Allah.” Betapa bahagianya Rasulullah mendengar pernyataan itu. 

Baginda Rasulullah SAW merasa sangat bersyukur dengan uang 8 dirham karena telah mendapat keuntungan ribuan dirham, yaitu harga budak itu sendiri. Beliau berkata, ”Tiadalah aku melihat delapan dirham demikian besar berkatnya dari pada delapan dirham yang ini. Allah telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian.”

Hikmah yang bisa dipetik dari cerita ini adalah bahwa rahmat serta kasih sayang dalam membantu dan menolong sesama akan mendatangkan kesejahteraan dan juga kemajuan. Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits Qudsi. ”Bahwasanya Allah SWT menolong hamba-Nya, selama ia menolong saudaranya.”[]