News

Kisah Pilu Gadis India Diduga Diperkosa, Dibunuh, dan Dikremasi Secara Paksa

Hal ini mencuat ke publik usai pihak keluarga menyampaikan tuduhannya


Kisah Pilu Gadis India Diduga Diperkosa, Dibunuh, dan Dikremasi Secara Paksa
Para demonstran berunjuk rasa menentang pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis Dalit. Mereka berkemah di jalanan Nangal, New Delhi, India. (Al Jazeera/Zafar Aafaq)

AKURAT.CO, Kasus dugaan pemerkosaan terhadap perempuan dari komunitas terpinggirkan India kembali terjadi. Hal ini mencuat ke publik usai pihak keluarga menyampaikan tuduhannya. 

Dikutip dari Al Jazeera, seorang gadis berusia sembilan tahun dari kasta terpinggirkan Dalit di India telah diperkosa, dibunuh, dan dikremasi secara paksa di ibu kota New Delhi, menurut pengakuan pihak keluarga. Dalit dikenal sebagai kelompok "tak tersentuh", yang berada di bagian bawah hierarki kasta India.

Pihak keluarga menuduh seorang pendeta Hindu yang bekerja di krematorium setempat, bersama rekan-rekannya memerkosa gadis itu kemudian mengkremasi tubuhnya tanpa persetujuan mereka pada hari Minggu.

Berita mengenai peristiwa mengerikan itu pun memicu protes berhari-hari di kota itu. Hingga Rabu (4/7), protes telah berjalan selama 4 hari. Masyarakat Dalit, termasuk keluarga gadis, bersama para aktivis tengah berkemah di sebuah jalan di lingkungan Nangal, New Delhi, demi menuntut keadilan.

Kisah Pilu Gadis India Diduga Diperkosa, Dibunuh, dan Dikremasi Secara Paksa - Foto 1
Al Jazeera/Zafar Aafaq

Sementara itu, kepolisian mengatakan pihaknya telah menangkap empat tersangka dan membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Kasus pemerkosaan massal disertai pembunuhan terhadap seorang anak telah didaftarkan terhadap para tersangka, sedangkan krematorium telah disegel.

Cerita pemerkosaan gadis yang tidak dapat diidentifikasi menurut hukum India tersebut, berawal ketika ia pergi mengambil air minum dari pendingin air di krematorium, kata ibunya kepada Al Jazeera pada hari Rabu.

“Satu jam berlalu tetapi dia tidak kembali dan saya menjadi cemas. Jadi saya bergegas ke krematorium di mana pendeta mengatakan kepada saya: 'Putrimu sudah mati',” katanya.

Kisah Pilu Gadis India Diduga Diperkosa, Dibunuh, dan Dikremasi Secara Paksa - Foto 2
Krematorium di New Delhi yang diduga jadi lokasi pemerkosaan, pembunuhan, dan kremasi paksa seorang gadis Dalit. Al Jazeera/Zafar Aafaq

“Saya terkejut dan meminta pendeta untuk memberi tahu saya bagaimana putri saya bisa mati. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin membawanya ke kantor polisi dan rumah sakit tetapi dia menolak, dengan mengatakan, 'Jangan lakukan itu. Saya akan memberi Anda uang tetapi mari kita selesaikan masalah ini di sini. Anda tidak akan bisa melawan kasus ini',” terangnya lagi.

Pendeta tertuduh bernama Radhey Shyam berusia 55 tahun, mengatakan kepada ibu gadis itu bahwa putrinya meninggal karena tersengat listrik saat mengisi air. Namun ia merasa bahwa sang pendeta berbohong, dan bersikeras melihat tubuh putrinya.

“Dia terbaring tak bernyawa,” kenang sang ibu, suaranya pecah.

"Ada memar di tubuhnya, wajahnya pucat dan pakaiannya basah."

Sementara itu, pendeta dan rekan-rekannya mengunci gerbang krematorium dan secara paksa mengkremasi tubuh gadis itu. Sang ibu bukannya tak mengajukan protes, ia sudah menyatakan ketidakterimaannya namun tak berdaya menahan proses kremasi.

Kisah Pilu Gadis India Diduga Diperkosa, Dibunuh, dan Dikremasi Secara Paksa - Foto 3
Krematorium di New Delhi yang diduga jadi lokasi pemerkosaan, pembunuhan, dan kremasi paksa seorang gadis Dalit. Al Jazeera/Zafar Aafaq

Sejak Minggu (1/7), ratusan orang menunjukkan solidaritasnya dengan turun ke jalanan New Delhi, menuntut hukuman mati bagi empat pria yang dituduh melakukan kejahatan itu. Menurut Al Jazeera, protes kemungkinan akan meningkat di seluruh negeri, di mana kelompok Dalit menyatakan penentangannya terkait kekejaman yang dihadapi masyarakat, khususnya perempuan Dalit.

“Ini bukan insiden yang terisolasi. Hanya saja hal itu terungkap. Kekerasan seksual terhadap perempuan, terutama pada mereka yang berasal dari kelas terbelakang, adalah hal biasa di negara ini dan mereka harus berjuang keras untuk mendapatkan keadilan,” kata aktivis hak-hak perempuan Suman Dixit, yang bergabung dalam aksi protes. []