Ekonomi

Kisah Petani Milenial Jebolan Polbangtan Kementan yang Sukses Geluti Hidroponik

Azis Abdul Rahman Gunawan, sukses mendirikan Saung Sayur Sehat (S3) Farm dengan mengedepankan pertanian hidroponik


Kisah Petani Milenial Jebolan Polbangtan Kementan yang Sukses Geluti Hidroponik
Petani milenial jebolan Polbangtan Bogor, Azis Abdul Rahman Gunawan (DOKUMEN)

AKURAT.CO Salah satu tujuan pembangunan yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) adalah untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Salah satunya melalui program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).

Oleh karena itu, Kementan tidak pernah berhenti berupaya menghadirkan banyak petani milenial. Sepeti halnya yang petani milenial jebolan Polbangtan Bogor, Azis Abdul Rahman Gunawan, yang sukses mendirikan Saung Sayur Sehat (S3) Farm dengan mengedepankan pertanian hidroponik. 

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, menyinggung peran petani milenial dalam pengelolaan pertanian saat ini.

“Pertanian yang dibutuhkan saat ini adalah pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern. Modern itu berarti di dalamnya kita bicara SDM. Bagaimana mau cepat kalau masih pakai kendaraan kemarin. Bagaimana mau maju kalau ilmunya, teknologinya, mekanisasinya masih seperti yang kemarin,” tutur Syahrul Yasin Limpo.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan, guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, penyiapan dan pencetakan SDM pertanian unggulan perlu dilakukan.

Melalui institusi pendidikan vokasi yang dimiliki, Kementan akan melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian dan pengusaha pertanian milenial yang andal, kreatif, inovatif, profesional, dan mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin.

“Pengusaha pertanian milenial diharapkan mampu menjadi resonansi, penggebuk tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri, dan modern," tutur Dedi Nursyamsi.

Saung Sayur Sehat (S3) Farm adalah salah satu usaha yang diawali dari modal PWMP. S3 Farm pada awalnya didirikan oleh 4 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor yaitu Andriano, Azis Abdul Rahman Gunawan, Indania Pramaulidia dan Silvia Octaviani dengan nama PWMP Sukses Bersama  yang digarap di lahan milik Polbangtan dengan komoditas sayur daun organik. 

“Namun seiring berjalannya waktu dan selesainya masa pendidikan kami di Polbangtan, Kelompok Sukses Bersama berubah nama menjadi Saung Sayur Sehat (S3) Farm dan menjadi usaha pribadi saya. Melalui  Saung Sayur Sehat saya berharap  usaha kecil yang berawal dari saung  yang memproduksi sayur sehat untuk para konsumennya dapat menjadi  usaha besar. Selain itu S3 Farm juga memiliki arti penting yaitu Azis sebagai pemilik S3 Farm harus mampu bersekolah hingga jenjang S3,  sehingga citra petani kedepannya semakin bersinar,” tutur Azis Abdul Rahman Gunawan.

Bertahan menjadi job creator dengan mengembangkan budidaya sayuran organik bagi Aziz yang kini menjadi Duta Petani Milenial (DPM) Kementan bukan tanpa alasan. Ia memandang bahwa sektor pertanian lebih menjanjikan di banding menjadi pegawai di kantoran. 

Saat ditanya mengapa tertarik dengan hidroponik, Azis beralasan karena usaha ini masih jarang dilakukan dalam skala usaha menengah atau besar, sementara ini kebanyakan orang yang melakukan budidaya hidroponik adalah mereka yang masih skala hobi. 

Kemudian semakin sadarnya masyarakat akan kebutuhan sayur segar dan sehat (non pestisida). Sehingga melihat adanya peluang pasar yang sangat menjanjikan S3 Farm sepakat untuk menggeluti usaha hidroponik. 

Aziz pun menjelaskan sejak pandemi S3 Farm bisa mencapai omzet hampir Rp 8 juta - Rp 9 juta per bulan. 

Selain untuk memenuhi  permintaan konsumen di wilayah Ciawi, Bogor,Depok dan Jakarta, kini S3 Farm  sudah menjadi mitra P4S Griya Seruni sebagai salah satu pemasok sayur organik seperti selada hijau, selada merah, kangkung, bayam, sawi caisim dan pakchoy dan juga produsen instalasi hidroponik.  

Kedekatan Azis dengan P4S Griya Seruni berawal dari kegiatan magang yang dilakukannya selama 2 tahun di P4S Griya Seruni. 

Di bawah bimbingan Teddy Rachmat Muliady yang tak lain ketua P4S Griya Seruni,  Azis mendalami ilmu teknis budidaya sayur secara hydroponik. Kini Azis pun telah piawai berbagi ilmu terkait budidaya hidroponik dengan menjadi fasilitator di berbagai pelatihan.

“Harapan saya kedepan saya dapat lebih meningkatkan produksi sayur organic, mengembangkan sayap usaha ke bidang  saprodi pertanian hidroponik dan produsen olahan sayur. Saya ingin  membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar khususnya generasi milenial. Saya yakin, sektor pertanian adalah sektor yang menjanjikan dan bergengsi bagi generasi milenial,” ungkapnya.[TIM]