Rahmah

Kisah Pemuda Difabel Indonesia Belajar Alquran via YouTube Ini Dibahas Media Asing


Kisah Pemuda Difabel Indonesia Belajar Alquran via YouTube Ini Dibahas Media Asing
Dalam artikelnya yang diunggah Rabu kemarin (9/5), The New York Times mengulas kisah Surya dan Quran Indonesia Project dalam memberikan solusi untuk membantu para muslim Indonesia yang tuna rungu untuk mempelajari Al-Quran. (Launchgood)

AKURAT.CO, Bagi umat muslim, Alquran merupakan kitab suci yang berisi kalam Tuhan serta panduan hidup. Sehingga bagi para penganut ajaran Islam, membaca serta memahami ayat-ayat yang tertuang dalam Alquran adalah sebuah kewajiban.

Belajar membaca ayat Alquran serta maknanya bukanlah sesuatu yang sulit. Namun bagaimana dengan umat muslim yang tidak bisa mendengar alias tuli? Tentunya mereka mempunyai halangan tersendiri untuk belajar membaca ayat serta makna yang terkandung dalam kitab.

Meskipun demikian, di era yang serba canggih ini, orang bisa memanfaatkan teknologi untuk mengatasi segala permasalahan dalam berbagai aspek kehidupan. Inilah yang dijadikan "celah" bagi beberapa pemuda tuli di Indonesia dalam mempelajari Alquran. Ya, para pemuda hebat ini menggunakan platform YouTube untuk membantu mereka mempelajari makna Alquran.

Rupanya cara belajar unik tersebut menarik perhatian salah satu media asing kenamaan berbasis di New York, yaitu The New York Times. Lewat jurnalisnya, Joe Cochrane, The New York Times menyoroti kisah beberapa pemuda muslim tuna rungu asal Indonesia yang belajar Alquran dengan menggunakan Youtube.

Dalam artikel yang diunggah Rabu (8/5), The New York Times mengulas kisah Surya Sahetapy, pemuda tuli berumur 25 tahun yang merasa stres karena ia dan teman lainnya yang tuli tidak mempunyai akses untuk mempelajari Islam. Namun, semuanya berubah ketika akhirnya Surya dengan dibantu oleh sebuah organisasi lokal Islam membentuk sebuah tim bernama Quran Indonesia Project.

Quran Indonesia Project merupakan solusi yang ditawarkan Surya untuk membantu umat muslim yang tuli untuk mempelajari Alquran. Cochrane dalam artikelnya yang berjudul "For These Muslims, Learning the Quran Stars With YouTube" (Bagi Para Muslim Ini, Belajar Alquran dimulai dari YouTube) menyebut usaha tim Surya sebagai sebuah cara "unik" untuk belajar Alquran.

Dalam video yang diunggah media kenamaan Amerika Serikat tersebut, terlihat seorang laki-laki dengan bahasa isyarat mencoba menyampaikan makna setiap ayat Alquran. Bahkan video belajar tim Surya rupanya sudah mulai diunggah di platform YouTube sebelum Ramadan 2018. Meskipun perkembangan Quran Indonesia Project terkesan lambat, tetapi pada Ramadan tahun ini, Surya dan timnya membuat setidaknya empat video Alquran serta satu video azan.

Lebih lanjut lagi, Cochrane mengutip reaksi Surya yang berpendapat bahwa proyeknya tersebut telah mengubah segalanya. Surya menjelaskan bahwa videonya menyimpan pesan tersendiri bagi para muslim tuli di Indonesia.

"Jika Anda ingin orang tuli Indonesia belajar tentang Islam, mereka harus belajar bahasa isyarat. Islam tidak terbatas pada apa yang Anda baca saja, tetapi lebih tentang bagaimana Anda memahami maknanya (Alquran)," terang Surya.

Berdasarkan laporan Cochrane, ada sekitar 2,9 juta warga negara Indonesia yang tuli, dan video yang diluncurkan Quran Indonesia Project merupakan contoh dari minimnya sumber untuk para muslim tuli dalam belajar Alquran. Dalam artikelnya, Cochrane juga menyoroti bagaimana pemerintah Indonesia masih belum terlalu memahami pentingnya bahasa isyarat dalam pendidikan kelompok tuli di sebuah negara.

"Bahasa isyarat bahkan belum diakui secara resmi oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan di Indonesia sampai tahun 2016 dan hanya ada sedikit pejabat pemerintahan yang bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat," tulis Cochrane di The New York Times.[]



Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu