News

Kisah Pasangan AS Asuh 11 Anak, 8 di Antaranya Berkebutuhan Khusus


Kisah Pasangan AS Asuh 11 Anak, 8 di Antaranya Berkebutuhan Khusus
Kolase foto keluarga Julie dan David Chambers (Metro UK)

AKURAT.CO, Di zaman sekarang, sebagian besar memilih hanya punya 1 hingga 3 anak. Namun, keputusan berbeda diambil oleh pasangan yang tinggal di California, Amerika Serikat. Meski sudah punya 3 anak kandung, mereka nekat mengadopsi 8 anak lainnya. Tentu rumah mereka jadi sangat ramai, apalagi saat lockdown seperti sekarang ini.

Dilansir dari Metro UK, Julie Chambers memang punya impian punya keluarga besar. Sayangnya, dokter mengatakan fisiknya tak layak mengandung anak lagi setelah ia mengalami kecelakaan di sebuah restoran pada 2004 yang menyebabkan tempurung lututnya hancur. Namun, ia dan suaminya, David, sadar impian itu masih bisa terwujud dengan merawat anak-anak yang kurang beruntung.

Julie dan David punya 3 anak kandung, yaitu Chase (25), Baylie (23), dan Cayden (20). Mereka pun mengadopsi 8 anak lainnya, Cameron (11), Braelyn dan Cardyn (7), Brecklyn (6), Brynlie (3), Cash dan Caysen (1), dan Cane yang sayangnya meninggal dunia di umur 8 hari.

Awalnya mereka mengadopsi Cameron pada 2009. Setahun kemudian, agen adopsi menanyakan apakah mereka mau mengadopsi bayi lainnya berusia satu tahun. Pasangan ini mulanya menolak, tetapi berubah pikiran setelah merasakan luar biasanya pengalaman mereka bersama Cameron. Akhirnya, ada 7 anak lain yang mereka adopsi dalam kurun waktu 9 tahun.

Tak ayal Julie hanya punya maksimal 3 jam untuk tidur dan rela bangun jam 5 pagi setiap hari demi mengurus anak-anaknya. Tak tanggung-tanggung, anggaran makanan keluarga ini mencapai USD 1.000-1.200 (Rp14,9 juta-Rp17,8 juta) per bulan.

Kisah Pasangan AS Asuh 11 Anak, 8 di Antaranya Berkebutuhan Khusus - Foto 1
Metro UK



"Keputusan ini bukanlah keputusan yang gegabah. Kami hanya ingin membantu. Kami tak ingin melihat anak-anak trauma karena dikembalikan. Saya dan David yakin kami bisa memberi mereka pendidikan yang baik dan rumah yang membahagiakan. Meski sulit, kekacauan harian ini bisa dikendalikan. Apalagi mereka saling memiliki dan jadi punya teman bermain," ungkap ibu 48 tahun itu.

Pandemi corona pun ikut berdampak pada keluarga besar itu. Lockdown membuat Julie sulit membuat anak-anaknya tetap sibuk beraktivitas. Meski begitu, ia senang mereka jadi punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama.

Delapan dari 10 anak itu berkebutuhan khusus. Cayden yang merupakan anak bungsu kandungnya menderita autisme, sedangkan 7 adiknya punya beragam kebutuhan khusus, mulai dari autisme, epilepsi, hingga cerebral palsy.

Tak ayal Julie harus mengurus daftar obat mereka yang panjang sambil melakukan banyak pekerjaan rumah tangga, mulai dari bersih-bersih, memasak, hingga mencuci. Sebagian besar dilakukannya sendirian. Sang suami membantunya di malam hari dan akhir pekan, sedangkan pengasuh paruh waktu dan terapis medis berkunjung 2 kali seminggu untuk membantu.

Kisah Pasangan AS Asuh 11 Anak, 8 di Antaranya Berkebutuhan Khusus - Foto 2
Metro UK



"Kami tidak pernah berencana mengadopsi anak-anak berkebutuhan khusus. Kami mengadopsi mereka bukan karena kebutuhan khusus itu, melainkan karena diri mereka sebenarnya," ungkap Julie.

Ia menambahkan ingin mengadopsi lebih banyak anak jika ia mampu. Hal itu mungkin terwujud saat anak-anak kandungnya nanti sudah dewasa dan hidup terpisah.

"Saya menyayangi semua anak-anak ini seperti anak kandung saya sendiri. Mereka adalah anak-anak terbaik di dunia. Jujur, saya ingin punya lebih banyak anak, hanya saja tak ada waktu luang yang tersisisa sekarang. Saya suka dikelilingi anak-anak dan saya cemas jika nanti mereka sudah dewasa," tuturnya.[]