Muhammad Mualimin

Direktur LAWAN Institute
News

Kisah Para Produsen Rasisme


Kisah Para Produsen Rasisme
Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua melakukan unjuk rasa di kawasan jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Aksi tersebut menolak perjanjian New York Agreement di beberapa kota di Indonesia, sekaligus mengecam aksi kekerasan dan rasisme yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu.

AKURAT.CO, Pada 7 Juni 1893, Mahatma Gandhi ditendang dari kursi kereta kelas satu jurusan Durban-Pretoria. Kenapa? Karena bagi penjajah Inggris yang memerintah Afrika Selatan, orang India yang berkulit hitam ras rendahan.

Jadi, tak boleh duduk segerbong dengan Eropa kulit putih yang dianggap ras lebih tinggi.

Gandhi saat itu masih muda, pengacara, sedang merantau ke ujung selatan Benua Hitam.

baca juga:

Pada 1870, pengusaha Jerman, Hagenbeck menangkap orang dari suku asli Nubia dari Selatan Mesir dan Samoa di Polinesia. Orang pedalaman yang hitam dan ‘’aneh’’ itu dikerangkeng untuk dipamerkan sebagai ‘’Binatang yang Mendekati Ras Manusia’’, padahal memang manusia walau beda fisik dengan Eropa.

Hagenbeck mendapat banyak uang dari Human Zoo-nya itu. Bahkan pertunjukkan yang sangat menghina kemanusiaan itu sukses safari dari Berlin, Paris, Milan, hingga New York.

Sampai abad XVII, Kaisar Kangxi dari Dinasti Qing percaya bahwa China pusat kebudayaan dunia, Kerajaan Tengah, yang dikaruniai peradaban terbaik dari dewa langit dan sumber kemajuan umat manusia.

Mereka memandang dunia selain China sebagai masyarakat barbar, kotor, tidak punya budaya, dan harus tunduk di bawah pemerintahan bangsa Tiongkok.

Dinasti Qing saat itu memang kerajaan kuat untuk ukuran zamannya. Jepang masih terbelakang, Korea tersembunyi.

Akibat pola pikir merendahkan ras bangsa lain itu, Kaisar Kangxi tidak sadar kalau pelan-pelan Jepang melangkah lebih maju dengan sudi membuka pikiran: Belajar teknologi dan peradaban Barat yang lebih dulu terindustrialisasi.

Super Admin

https://akurat.co

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum
Follow Me:

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu