Rahmah

Kisah Nusaibah, Sahabat Perempuan yang Pemberani

Saat Perang Yayamah Nusaibah harus mengikhlaskan tangannya yang putus dan menahan sakitnya dua balas luka di sekujur tubuhnya


Kisah Nusaibah, Sahabat Perempuan yang Pemberani
Ilustrasi muslimah (pixabay.com)

AKURAT.CO Nusaibah binti Ka’ab adalah seorang sahabat wanita yang pemberani. Ia turut terlibat dalam Baiat Aqabah. Kemudian juga ikut terlibat dalam beberapa peristiwa penting seperti Perang Uhud, Hudaibiyah, Khaibah, Umrah Qadha, Fathu Mekah, Hunain, Baiat ar-Ridhawan, dan Yamamah.

Dari sederet peperangan yang diikutinya, bisa disimpulkan bahwa Nusaibah adalah sosok perempuan yang sangat pemberani. Sampai-sampai saat Perang Yayamah ia harus mengikhlaskan tangannya yang putus dan menahan sakitnya dua balas luka di sekujur tubuhnya.

Terkait Nusaibah, Ummu Saad binti Saad bin ar-Rabi’ berkata, “Aku melihat Nusaibah binti Ka’ab yang tangannya terputus.” Aku berkata padanya, “Sejak kapan tanganmu terputus”? Ia menjawab, “Saat Perang Yamamah. Waktu itu aku bersama orang-orang Anshar. Lalu kami sampai di kebun. Kami perangi pengikut Nabi palsu (Musailamah al-Kadzab) ini selama satu jam.

baca juga:

Hingga Abu Dujanah al-Anshari Simak bin Khursyah mengatakan, “Bawa aku untuk membuka pintu gerbang dengan cara melemparkan aku di tengah mereka. Nanti akan kubuat mereka sibuk.” Pasukan kaum muslimin membawanya dan melemparnya di tengah mereka. Ia memerangi mereka sampai terbunuh.

Nusaibah melanjutkan, “Lalu aku masuk mengincar Musailamah al-Kadzab. Lalu seorang laki-laki dari pengikutnya muncul dan menebas tanganku hingga terputus. Demi Allah, aku tidak memperdulikan itu hingga kutemui si manusia jahat (Musailimah al-Kadzab) telah terbunuh. Lalu putraku menutupi Lukaku dengan bajunya. Kukatakan padanya, ‘Kau yang membunuhnya, putraku’? Ia menjawab, ‘Iya, Bu’. Lalu aku sujud syukur kepada Allah. Putranya adalah Abdullah bin Zaid bin Ashim.’”

Berkaitan dengan Nusaibah, pernah diturunkan ayat Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 35.

Dikisahkan, sekali waktu Nisabah datang menemui Rasulullah. Ia kemudian bertanya, “Aku perhatikan banyak hal diberikan kepada laki-laki akan tetapi sedikit sekali untuk perempuan, mengapa demikian?

Lalu turunlah firman Allah SWT,

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلْخَٰشِعِينَ وَٱلْخَٰشِعَٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)[]

Sumber: Kisahmuslim