Rahmah

Kisah Malaikat Malik Menahan Matahari dengan Sayapnya Demi Sayyidina Ali

Kisah Sayidina Ali yang didatangi malaikat Jibril


Kisah Malaikat Malik Menahan Matahari dengan Sayapnya Demi Sayyidina Ali
Sahabat Nabi (SINDONEWS)

AKURAT.CO, Islam memiliki kisah-kisah hikmah yang amat menakjubkan. Diceritakan dalam kitab Al-‘Ushfuriyah karya Muhammad Ibn Abu Bakar, suatu hari Sayyidina Ali hendak melakukan salat jama’ah subuh di masjid bersama Rasulullah. Ali berangkat dari rumah sejak mulai masuk waktu subuh.

Akan tetapi sesampainya di jalan, Ali menemui perempuan tua renta yang jalannya merangkak dan dikiranya akan juga pergi salat jama’ah subuh. Ali tidak berani mendahuluinya sebagai tanda hormat kepadanya sebagai orang tua dan sebagai orang yang kekurangan fisiknya.

Hingga matahari akan terbit, yang itu menandakan akan habisnya waktu subuh, Ali masih berjalan di belakang perempuan tua itu. Dan, sesampainya di masjid, wanita itu tidak masuk masjid namun berlanjut berjalan merangkak ke suatu tempat.

Sayyidina Ali memahami bahwa itu bukanlah orang Islam akan tetapi orang Yahudi. Ia hendak pergi ke suatu tempat. Berbeda dengan Sayyidina Ali yang hendak masuk ke masjid Madinah untuk melakukan salat subuh berjamaah.

Ketika sampai di depan masjid, Ali melihat Rasulullah masih sedang ruku’. Artinya, Ali masih bisa ikut berjamaah. Ali merasa heran mengapa waktu begitu terasa cukup lama pagi itu.

Ia sudah menduga akan kesiangan salat subuh karena menghormati perempuan Yahudi itu. Setelah salat Rasulullah selesai dan Ali pun selesai, Ali bertanya kepada Nabi. “Wahai Rasulullah, mengapa kau masih saja ruku hingga waktu yang hampir saja keluar dari waktu subuh?” katanya.

“Malaikat jibril menahan pundakkau untuk tidak sujud terlebih dahulu. Ia menaruhkan sayapnya di punggungku sehingga aku tidak ruku dalam waktu yang normal sebagaimana baisanya.” Jawabnya.

“Mengapa Jibril melakukan itu.” Tanya kembali Ali pada Rasulullah.

“Ia melihat dirimu yang masih berjalan di belakang orang tua yang beragama Yahudi. Jibril menahanku dengan sayapnya agar engkau bisa berjamaah denganku. Supaya kau kekejar melaksanakan salat jama’ah.” Kata Rasulullah.