Rahmah

Kisah Lucu: Abu Nawas, Baginda Raja, dan Hakim yang Dipecat

Abu Nawas membuat taktik cerdik hingga para hakim malu di depan raja.


Kisah Lucu: Abu Nawas, Baginda Raja, dan Hakim yang Dipecat
Ilustrasi Abu Nawas (pinterest.com)

AKURAT.CO Abu Nawas dikenal sebagai sosok jenaka di masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid. Tingkahnya selain membuat sang raja terhibur, juga banyak memberi solusi persoalan yang dihadapi oleh baginda raja dengan cara-cara yang unik.

Dikisahkan ada seorang hakim yang baru saja diangkat oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid. Meski baru diangkat menjadi hakim, namun di mata masyarakat, hakim ini sudah terkenal sangat zalim. Salah satu bentuk kezalimannya itu terlihat ketika ada seorang pemuda kaya raya dari Mesir datang ke Baghdad untuk berdagang dengan membawa harta yang sangat banyak.

Pada suatu malam, pemuda Mesir itu bermimpi menikah dengan seorang wanita. Usut punya usut, ternyata wanita tersebut merupakan anak dari sang hakim zalim. Dalam mimpinya, pemuda kaya itu membawa mahar yang sang banyak kepada sang mempelai wanita. Kemudian, mimpi tersebut diceritakan kepada orang-orang lantas hingga terdengar ke telinga sang hakim.

baca juga:

Sang hakim zalim yang mendengar kabar itu langsung mendatangi pemuda Mesir dengan tujuan untuk meminta mahar anaknya seperti cerita mimpi yang diterimanya. Akan tetapi pemuda itu menolaknya, karena pernikahannya hanya berdasarkan mimpi. Dan dirinya cuma beri mahar lewat mimpi.

Begitu zalim dan arogannya sang hakim karena tetap bersikeras meminta mahar tersebut. Ia bahkan mengancamnya akan mengambil semua harta miliknya jika tidak ingin memberi mahar itu. Karena pemuda itu tak mau membayar mahar tersebut, sang hakim lalu mengambil tindakan dengan merampas semua harta pemuda Mesir itu hingga membuat pemuda itu jatuh miskin. 

Kini si pemuda itu harus menjadi pengemis untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Tetapi beruntung bagi pemuda itu, karena tak lama menjadi pengemis, dia ditolong oleh seorang wanita tua yang datang menghampirinya.

Akhirnya si pemuda itu menceritakan semua kejadian naas yang menimpanya itu. Karena mendengar penuturan itu, wanita tua tersebut tidak terima dengan perlakuan Sang Hakim. Dengan begitu, wanita tua itu lalu membawa pemuda Mesir kepada Abu Nawas untuk mengadu.

Ketika mendapat pengaduan dari sang wanita, Abu Nawas langsung segera mengambil tindakan. Ia kemudian mengajak semua murid-muridnya yang untuk datang malam hari dengan membawa kapak, cangkul, martil dan juga batu.

Sebagaimana instruksi sang guru,  murid-murid Abu Nawas langsung bergerak ke arah rumah hakim. Mereka seperti demonstran yang berteriak-teriak mencari keadilan. Mereka lantas menghancurkan rumah hakim itu sesuai dengan perintah.