News

Kisah Ketika Nabi Muhammad Memotong Lengan Jubah yang Ditiduri Kucing Kesayangannya


Kisah Ketika Nabi Muhammad Memotong Lengan Jubah yang Ditiduri Kucing Kesayangannya
Ilustrasi (pixabay.com/ traumfaenger)

AKURAT.CO, Kucing merupakan binatang peliharaan yang sangat menggemaskan. Terkadang, kita dibuat heran karena tingkah lucunya seperti saat ia mengeong, minta dielus, bermain-main dengan bola atau saat meminta makanan. Hmmm, menggemaskan sekali bukan?

Kepopuleran kucing sebagai binatang peliharaan nyatanya sudah terjadi sejak lama. Junjungan kita Nabi Muhammad saw juga merupakan pencinta kucing yang diberi nama Muezza.

Dikisahkan, suatu hari Rasulullah saw hendak mengambil jubahnya untuk dikenakan. Tetapi, Rasulullah saw justru mendapati Muezza sedang terlelap di jubah tersebut dengan lugunya sehingga Rasulullah tidak tega mengganggunya.

Akhirnya, Rasulullah saw memotong bagian lengan jubahnya yang ditiduri Muezza demi menjaga ketenangan si kucing yang sedang tertidur. Rasulullah saw pun kemudian pergi ke luar rumah dan meninggalkan Muezza tanpa membangunkannya.

Setelah Rasulullah saw pulang, Muezza yang sadar dengan kedatangan majikannya langsung menyambut Nabi saw seolah meminta maaf karena telah menjadikan jubah majikannya itu sebagai alas tidur. Nabi saw pun tidak marah melainkan membalas keluguan Muezza dengan mengelus-elusnya tiga kali.

Kelebihan Muezza yang membuat Nabi Muhammad saw begitu sayang kepadanya adalah ketika azan berkumandang, Muezza akan mengeong layaknya menjawab suara azan tersebut. Muezza juga memiliki sopan santun kepada setiap tamu Rasulullah karena ia sering dipangku Nabi di pahanya dan tidak mengganggu tamu yang datang.

Rasa sayang Nabi saw kepada kucingnya itu membuat beliau berpesan kepada para sahabat agar menyayangi kucing layaknya keluarga sendiri. Lebih dari itu, rasa sayang kita bukan hanya kepada kucing saja melainkan semua binatang yang ada di seluruh alam karena kita sebagai manusia saling membutuhkan demi terjaganya kelestarian ekosistem. Hal ini karena manusia diturunkan di muka bumi ini sebagai pemimpin yang wajib menjaga seluruh alam.

Selain Nabi Muhammad, Aisyah radhiallahu anha juga sangat menyayangi Muezza yang membuat dirinya merasa bersedih saat si kucing meninggalkannya.

Anjuran menyayangi kucing ini terdapat dalam sebuah hadis dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan, bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai." (HR. Bukhari).

Dari kucing atau binatang lain yang wajib kita sayangi, kita juga bisa mengingat kebesaran Allah Swt lewat sesuatu yang diciptakannya itu.

Allah Swt berfirman,

Kisah Ketika Nabi Muhammad Memotong Lengan Jubah yang Ditiduri Kucing Kesayangannya - Foto 1
ISTIMEWA


Wallaahu khalaqa kulla daabbatim mim maa', fa min-hum may yamsyii 'alaa ba?nih, wa min-hum may yamsyii 'alaa rijlaiin, wa min-hum may yamsyii 'alaa arba', yakhluqullaahu maa yasyaa', innallaaha 'alaa kulli syai'ing qadiir

Artinya: Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. An-Nur ayat 45)

Wallahu a'lam.[]