Rahmah

Kisah Kelembutan Hati dan Akhlak Mulia Rasulullah SAW, Patut Jadi Teladan!

Di sudut pasar Kota Madinah, ada seorang pengemis buta yang selalu menghina dan memfitnah Rasulullah SAW.


Kisah Kelembutan Hati dan Akhlak Mulia Rasulullah SAW, Patut Jadi Teladan!
Kaligrafi Nabi Muhammad SAW (nu.or.id)

AKURAT.CO  Dikisahkan, di sudut pasar Kota Madinah, ada seorang pengemis buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya. Pengemis buta itu selalu berkata, "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya, kalian akan dipengaruhinya".

Kejadian itu terus berlangsung setiap hari. Sebagai Nabi yang diberi wahyu, Rasulullah SAW tentu mengetahui apa yang dilakukan pengemis Yahudi buta tersebut.

Akan tetapi, Rasulullah SAW justru mendatanginya dengan membawakannya makanan. Dengan tanpa berkata sepatah katapun, Rasulullah SAW menyuapi makanan yang kepada pengemis buta itu. Ketika Rasulullah menyuapinya. Namun dengan nnada seperti biasanya, si pengemis itu tetap berkata agar orang-orang tidak mendekati seseorang yang bernama Muhammad.

baca juga:

Kendati begitu, Rasulullah SAW tetap menyuapi pengemis buta itu hingga menjelang Rasulullah SAW wafat. Maka setelah Rasulullah SAW wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan dan menyuapi  pengemis Yahudi buta itu.

Hingga pada suatu waktu, Abu Bakar RA berniat mengunjungi kediaman putrinya yaitu Aisyah RA yang juga merupakan istri Rasulullah SAW. Sesampainya di rumah Aisyah,  Khalifah Abu Bakar kemudian bertanya, "Wahai anakku, adakah sunnah kekasihku (Nabi Muhammad SAW) yang belum aku kerjakan?".

"Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja,” kata Aisyah.

“Apakah Itu?”, tanya Abu Bakar kembali.

Aisyah lalu menjelaskan, "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana,” 

Tepat esok harinya, seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis tua yang dulu selalu menghina Rasulullah SAW tersebut. Abu bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. 

Namun ketika Abu Bakar hendak menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah engkau?”.

“Aku orang yang biasa," kata Abu Bakar.

"Bukan!, engkau bukan orang yang biasa mendatangi dan menyuapiku”, tegas si pengemis buta itu.

"Ketika ia datang kepadaku, tangan ini tidak susah memegang dan mulut ini tidak susah untuk mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu dengan mulutnya. Setelah itu ia berikan padaku,” kata si pengemis buta itu menjelaskan.

Setelah mendengar perkataan pengemis buta itu, Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya. Ia menangis sambil berkata, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW". 

Begitu juga dengan si pengemis buta itu yang menangis setelah mendengar cerita Abu Bakar. Pengemis buta itu lalu berkata,

"Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, tetapi ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia,". 

Karena kejadian ini, pengemis buta itu akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA. Wallahu A'lam Bishawab. []