Rahmah

Kisah Kaum Tsamud dan Peninggalannya yang Menjadi Warisan Budaya Dunia


Kisah Kaum Tsamud dan Peninggalannya yang Menjadi Warisan Budaya Dunia
Madain Salih (Flickr)

AKURAT.CO, Kaum Tsamud merupakan salah satu kelompok yang ada di peradaban Arabia Kuno. Al-Qur’an banyak menyebutkan mengenai kisah kaum yang memiliki keahlian bercocok tanam, beternak, dan arsitektur tersebut.

Kaum ini diperkirakan berasal dari wilayah Arab selatan yang melakukan perpindahan menuju bagian utara dan menetap di Gunung Athlab, Madain Shaleh. Dengan kondisi geografis padang pasir dan pegunungan, kaum Tsamud pun terkenal sebagai pengukir dan pemahat bukit yang baik.

Namun, karena keahlian tersebut, mereka menjadi orang yang sombong dan selalu tinggi hati sehingga berani merendahkan kaum yang lain. Menurut beberapa literatur, kaum Tsamud memiliki gaya hidup yang dekat dengan kemaksiatan seperti berfoya-foya, berzina, mabuk, dan melakukan hal-hal keji.

Kemudian, datanglah Nabi Saleh yang diutus oleh Allah Swt untuk menyebarkan syiar Islam sekaligus mengembalikan kaum Tsamud ke jalan yang benar. Namun, kedatangan Nabi Saleh pada saat itu tidak disambut dengan baik oleh sebagian dari mereka dan malah memperlakukan Nabi Saleh dengan kasar.

Melihat hal tersebut, Allah Swt memberikan azab yang pedih bagi kaum Tsamud. Sebelum itu, Allah memberikan tanda-tanda turunnya azab. Pada hari pertama, wajah kaum Tsamud menjadi kuning, hari kedua menjadi merah, dan hari ketiga berubah menghitam.

Mereka mengancam akam membunuh Nabi Saleh. Namun, petir, gempa bumi dan batu-batu besar turun dan menjatuhi kepala mereka.

Peristiwa ini termaktub dalam surah Fussilat ayat 17, “Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.”

Kini, meski kaum Tsamud sudah menerima azab dari Allah Swt, namun peninggalannya masih ada hingga kini. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersama mereka singgah di Hijr dekat bekas pemukiman kaum Tsamud.

Hijr atau kini disebut Hegra telah didaftarkan sebagai warisan dunia oleh Pemerintah Arab Saudi dengan nama Al-Hijr Archaeological Site (Mada’in Salih). Al-Hijr diakui sebagai World Heritage oleh UNESCO pada 2008 lalu. []