Rahmah

Kisah Hikmah Penjual Ketupat Musiman Imbas PPKM Darurat: Syukuri Saja

Perpanjangan PPKM Darurat ternyata berdampak pada sektor perekonomian


Kisah Hikmah Penjual Ketupat Musiman Imbas PPKM Darurat: Syukuri Saja
Ketupat

AKURAT.CO Keputusan Pemerintah memperpanjang penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau kini berganti nama PPKM Level 4 sampai tanggal 25 Juli, memiliki dampak yang cukup besar pada sektor ekonomi. Terutama saat menjelang dan setelah hari raya Idul Adha kemarin, banyak pedagang ketupat yang merasa kurang maksimal akibat dilarangnya membuka lapak untuk berjualan ketupat.

Seperti halnya yang dirasakan pedagang ketupat asal Cirebon, Jawa Barat, Maman (36) yang mengatakan adanya PPKM Darurat ini membuat penghasilannya menjadi menurun cukup drastis lantaran hanya bisa menjual ketupat melalui aplikasi online. Berbeda dengan awal pandemi yang bisa berjualan di lapak atau dengan cara menawarkan ketupat dari rumah ke rumah.

"Pada awal pandemi, kami masih boleh membuka lapak di mana-mana. Namun menjelang hari raya kurban kali ini, adanya aturan PPKM Darurat yang melarang pedagang dan perajin seperti kami membuka lapak. Sehingga kami mencari cara lain untuk tetap mendapatkan uang yaitu dengan menjual ketupat secara online," katanya, dikutip Kamis, (22/7/2021).

Pada saat Hari Raya Idul Adha tiba, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual makanan siap saji ini, menjual ketupat untuk mencari tambahan agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tahun lalu, sebelum adanya PPKM Darurat ini, dia bisa mendapatkan uang hingga Rp500 ribu setiap harinya dengan menjual 200 sampai 500 buah bungkus ketupat. Namun hari ini, menjual 100 bungkus saja belum habis.

"Karena PPKM Darurat, tingkat pemesanan sangat berkurang, sehingga saya hanya bisa menjual melalui aplikasi online. Itupun hanya beberapa orang, karena tidak semua orang pakai aplikasi ketupat ini," ujarnya.

Lebih lanjut lagi, meskipun pendapatan menurun karena PPKM Darurat ini, ia mengatakan ada hikmah yang bisa diambil dari aturan pemerintah ini.

"Ya Alhamdulillah, syukuri saja, meskipun omzet tahun ini sangat minim jika dibandingkan tahun lalu, mau gimana lagi, yang penting masih bisa jualan meski lewat online,"tuturnya.

Hal serupa juga dirasakan Tomi (33) pedagang ketupat lain. Bahkan menurutnya setiap harinya hanya bisa menjual puluhan ketupat saja.

Ia kemudian menegaskan tak khawatir bila selama PPKM ini omzetnya menurun, menurutnya mejual ketupat itu hanya sekadar sampingan untuk menambah penghasilan.

"Karena memang jualan ketupat itu hanya ada di momen-momen tertentu saja dan bersifat musiman, ya ambil hikmahnya aja,". Ujarnya.[]