Rahmah

Kisah Haji Wada sebelum Rasulullah Wafat

Sebanyak 114.00 umat muslim dari Jazirah Arab dan sekitarnya ikut menunaikan rukun Islam yang kelima itu.


Kisah Haji Wada sebelum Rasulullah Wafat
Ilustrasi Makkah tempo dulu (islamicity.org)

AKURAT.CO Haji Wada merupakan momen penting dalam sejarah Islam karena selain sebagai simbol kesempurnaan Islam juga mengingatkan hari-hari terakhir menjelang Rasulullah SAW wafat.

Terjadi pada Sabtu, Dzulqa’dah tahun 11 H, Haji Wada’ merupakan ibadah haji pertama sekaligus terakhir bagi Rasulullah. Kata “Wada” sendiri berarti perpisahan.

Peristiwa Haji Wada’ ini dilaporkan oleh para sejarawan dalam buku-buku mereka dengan begitu detail dan mendalam. Mulai dari Nabi mempersiapkan keberangkatan, melakukan rangkaian manasik, sampai kembali lagi ke Madinah.

baca juga:

Pada Senin, 4 Dzulqa’dah tahun 10 H Nabi memasuki kota Makkah dengan menghabiskan perjalanan selama delapan hari. Waktu tempuh perjalanan yang lebih lama dari biasanya ini menunjukkan betapa Rasulullah menikmati proses ibadah tersebut.

Mengingat ini adalah momen haji pertama sekaligus terakhir baginya sebagaimana dilaporkan sebagian sejarawan.

Momen Haji Wada’ ini juga menunjukkan antusias manusia untuk memeluk agama Islam begitu besar. Syekh Mushtafa as-Siba’i dalam As-Sîrah an-Nabawiyah Durus wa ‘Ibar saja mengatakan sebanyak 114.00 umat muslim dari Jazirah Arab dan sekitarnya ikut menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

Lebih banyak lagi, Safyurrahman al-Mubarakfuri dalam Ar-Raḫîqul Makhtûm melaporkan jumlah jamaah haji sebanyak 124.000 atau 140.000.

Tentu angka ini begitu fantastis, Nabi hanya butuh waktu 23 tahun untuk mengislamkan bangsa Arab yang sudah mapan dengan ideologi jahiliyahnya.

Di tengah lautan umat muslim itulah kemudian Nabi menyampaikan pesan panjang dalam pidato yang cukup mengharukan. Di antara isinya mengisyaratkan bahwa usia beliau tidak lama lagi.