Ekonomi

Kisah Guru Honorer Yang Jual Serabut Kelapa Bisa Biayai Kuliah

ibu rumah tangga yang sukses membuka peluang saat pandemi ini adalah Ulwiyati Jaya


Kisah Guru Honorer Yang Jual Serabut Kelapa Bisa Biayai Kuliah
Ilustrasi - Sektor UMKM (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  Ibu rumah tangga memang tak ada elaknya membuka peluang saat pandemi ini. Berbagai bidang usaha digeluti oleh ibu rumah tangga untuk membantu keuangan  keluarga.

Satu dari ibu rumah tangga yang sukses membuka peluang saat pandemi ini adalah Ulwiyati Jaya. Meski diusianya 50 keatas, ia mampu membangun bisnis kerajinan tangan dari serabut kelapa dan kerjajinan rajutan.

Tak hanya menjadi pengerajin, Ulwiyati juga kesehariannya berprofesi sebagai guru di Mangurejo Bangkok Gurah Kediri. Meski dengan kesibukannya ia mampu menjalankan bisnis kerajinan sekaligus menjadi reseller juga untuk beberapa produk dari komunitasnya.

baca juga:

Awal mula bisnis

Ulwiyati pada awalnya memasuki dunia bisnis hanya sebagai reseller untuk teman komunitasnya. Namun lama kelamaan berbekal skill merajut ia juga terpikirkan untuk memulai usahanya sendiri.

"saya liat ada beberapa UMKM milik teman, saya sudah terlibat, tapi kepikiran ingin menjadi penggiat, saya mencari keunikan sendiri dari teman-teman lain  saat itu kebanyakan usaha kuliner," ucapnya.

Ia pun memanfaatkan serabut kelapa sebagai tumpuan awal ia memulai bisnis kerajinan. Ide tersebut didapatnya untuk memanfaatkan limbah bekas di daerahnya.

Wanita itu pun menyulap serabut kelapa menjadi kerajinan pot untuk tanaman hias. Menuruntya kerajinan ini memiliki nilai tambah mulai dari keunikan sampai pot serabut kelapa yang memiliki kandungan kesuburan daripada pot pada umumnya.

"kita buat kerjainan dari serabut kelapa, ada juga serabut kelapa dapat meyimpan air lebih lama. kita tak perlu sering menyiram, dan bisa jadi pupuk alami ya," ujarnya.

Berbekal dari itulah ia mulai merambat kerajinan lainnya hingga kerajinan rajutan seperti tas hingga konektor masker. 

Ia juga gencar mempromosikan kerajinannya lewat berbagai media sosial, seperti instagram @ulwiy_craft. 

Bisnisnya juga mendapatkan respon baik dipasaran, dimana Ulwiyati mampu menjual di provinsi lain hingga ditawarkan MoU dengan orang lain untuk menjajakan kerajinanya di berbagai marketplace.

Dampak pandemi

Bisnis milik Ulwiyati juga menjadi yang terdampak selama pandemi, dimana ia mengatkan orderan untuk keluar provinsi berkurang.  Ia juga sempat menghentikan kegiatan resellernya selama pandemi.

Namun demikian Ulwiyati mengatakan bisnis masih tetap berjalan dengan beberap produk masih laku terjual, misalnya saja pot serabut kelapa dimana menjadi produk andalanya selama pandemi.

"untuk pendapatan biasa saja selama pandemi,  karena pandemi banyak dirumah jadi banyak yang hobi berkebun, akhirnya banyak  yang beberapa pesan pot serabut kelapa," katanya.

Selain kendala pandemi, ia juga mengatakan kendala lainnya, adalah produknya untuk diekspor. Ulwiyati menuturkan banyak pihak yang mencoba membantunya untuk menjajalkan kerajinanya di negeri lain.

Namun demikian karena sistem manajeman yang dinilai Ulwiyati menjadi kesulitan tersendiri untuk mencoba ekspor produknya.

" kalo kerajinan itu unik dan awet ini kan ada peluang ekspor. sudah ada tawaran sebenarnya dari pimpinan UMKM disini, namun saya rasa harus tertib manajemen sementar itu belum saya bisa," ujarnya.

Bermanfaat bagi orang lain

Bagi Ulwiyati bisnis yang dijalankan dirinya saat ini dapat bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Sebagai guru ia dapat membantu muridnya yang lulus untuk juga menjajal bisnis kerajinan seperti dirinya. Setidaknya, ia memberikan keahlian sekaligus pekerjaan bagi para muridnya. 

"saya siap memberikan produk buat murid saya untuk dijual dan juga mereka belajar marketing, jadi bisa semacam  program pemberdayaan untuk murid saya," katanya.

Selain itu karena Ulwiyati merupakan guru honorer dengan gaji yang kecil, bisnis miliknya dinilai sangat membantu keuangan keluarganya. Ia dapat membantu anaknya sekolah hingga berkuliah saat ini dari uang tambahan ia berjualan setiap harinya.

"karena guru honoreer, maka saya berpikir mengatasi itu karena mengendalkan gaji ga cukup. dorongan  keluarga seperti anak untuk mengkuliahkan anak saya  berusaha dengan apa yang saya bisa," katanya.

Menuruntya bisnis miliknya harus memiliki manfaat sebab dalam hakikatnya usaha akan memiliki manfaat bagi banyak orang.

Selain itu ia juga mengatakan tak menyerah belajar itu penting untuk saat ini, agar dapat memaksimalkan usaha yang ada.

"intinya itu kan kita hidup sekali dan singkat, manfaatkan waktu untuk menjadi bermanfaat," ujarnya.