Lifestyle

Kisah EJ, Siswa 6 Tahun yang Diculik Saat Berangkat Sekolah


Kisah EJ, Siswa 6 Tahun yang Diculik Saat Berangkat Sekolah
Ilustrasi - Penculikan Anak (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Sebuah kasus mengenai seorang anak yang hilang ketika akan berangkat ke sekolah terjadi di Jakarta, belum lama ini. Kasus ini menimpa siswa kecil berinisial EJ, yang baru berusia 6 tahun. Peristiwa penculikan itu terjadi pada tanggal 30 Januari 2020 saat EJ berangkat sekolah menggunakan mobil antar jemput yang biasa membawanya ke sekolah.

Ibu EJ, Angelia Susanto sambil berkaca-kaca, menuturkannya kepada Akurat.co, Rabu (26/2/2020). "Jadi kejadiannya itu EJ berangkat sekolah, bukan mobil antar jemput yang resmi dari sekolah tapi mobil itu sudah antar jemput puluhan tahun di sekolah itu. EJ berangkat jam 6 kurang 15 dari tempat tinggal kami di kawasan Sudirman. Sekolahnya Tebet," buka Angelia Susanto.

Hari itu, merupakan hari terakhir Angel bersama dengan EJ. Karena pada siang harinya, sekitar pukul 13.40 WIB, Angle mendapat kabar dari sang supir bahwa EJ tidak ada di sekolah saat akan dijemput pulang.

Angelina menuturkan, berdasarkan keterangan sang supir, saat perjalanan mengantar EJ dan teman-temannya ke sekolah pada pagi itu, mobilnya diberhentikan oleh petugas kepolisian, karena dianggap melanggar lalu lintas.

"Terus si supir disuruh turun. Saya semua tahu dari cerita dia (supir) murni yang diceritain. Supir disuruh turun, kemudian diminta SIM. Disaat seperti itu, ada mobil Kijang Innova cokelat berhenti di depan mereka, lalu turun seorang laki-laki tak dikenal dan teriak sama si polisi mengaku-ngaku sebagai ayahnya EJ dan akan mengantarkan EJ karena takut terlambat" sambung Angel.

Lelaki itu langsung membuka pintu mobil jemputan dan mengambil EJ dengan paksa. Sang supir berusaha mencegah, tapi dibentak oleh lelaki itu. 

Sayangnya, supir itu tidak langsung mengabarkan ke Angel kalau EJ diculik orang tak dikenal. "Anak  saya di culik pagi, supir baru kasih kabar siangnya,s dia tidak temukan EJ di sekolah," tambahnya.

Usai mendapat laporan itu, Angle pun langsung membuat laporan penculikan anak ke Polda Metro Jaya. Polisi hingga kini terus menyelidiki kasus penculikan itu.

Selain membuat laporan ke polisi, Angle juga meminta bantuan ke Komnas Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).[]