Entertainment

Kisah Dokter Lo, 'Malaikat' Berjas Putih yang Membantu Sesama

Dokter Lo memiliki semangat, "aku datang untuk melayani, bukan dilayani.."


Kisah Dokter Lo, 'Malaikat' Berjas Putih yang Membantu Sesama
Dokter Lo Siaw Ging (Twitter/@JostKoko)

AKURAT.CO Baru-baru ini, seorang warganet membagikan kisah seorang dokter dari Solo yang dikenal karena kepiawaian dalam diagnosanya di Twitter. Melalui akunnya, @JostKoko, ia menceritakan sosok bernama Lo Siaw Ging yang telah menjadi dokter sejak 1963. 

baca juga:

Thread dengan judul Si "Lo" dari Solo, Spirit Of Loving Others (Solo) ini membuka cerita dengan bagaimana dr. Lo, sapaannya, memiliki semangat, "aku datang untuk melayani, bukan dilayani.."

Dokter yang lahir di Magelang, 16 Agustus 1934 ini memutuskan untuk mengambil kuliah kedokteran di Universitas Airlangga setamatnya SMA. Padahal, ia sendiri merupakan anak dari pengusaha tembakau moderat. Kedua orang tuanya ialah Lo Ban Tjiang dan Liem Hwat Nio. 

Meski sang anak akan mengambil profesi yang berbeda, ayah dr. Lo tetap mendukungnya dengan memberikan sebuah pesan, "jika ingin menjadi dokter jangan berdagang. Sebaliknya jika ingin berdagang, jangan menjadi dokter!" Hal tersebutlah yang ia pegang hingga saat ini. 

Tidak hanya belajar dari sang ayah, dr. Lo pun belajar dari dr. Oen yang merupakan pemiliki poliklinik Tsi Sheng Yuan yang merupakan tempat pertamanya bekerja. Di matanya, sosok dr. Oen merupakan dokter yang tidak hanya pintar dalam mengobati, tetapi juga sederhana dan berjiwa sosial luar biasa. 

Tampaknya, jiwa sosial milik dr. Oen diikuti olehnya. Kini, dr. Lo juga dikenal bukan hanya karena kepiawaiannya saat mendiagnosa, namun juga sifat dermawannya. Ia diceritakan tidak pernah meminta bayaran kepada pasien. 

Dokter yang tinggal di Surakarta ini pun pernah mengatakan, "seorang dokter tidak boleh mengejar materi semata karena tugas dokter adalah membantu orang. Kalau hanya ingin cari untung, lebih baik jadi pedagang. Jadi siapapun pasien yang datang, miskin atau kaya, harus dilayani dengan baik. Ikhlas. Profesi dokter itu menolong orang sakit bukan menjual obat!" 

Selain tidak pernah meminta bayaran, ia juga membantu pasien kurang mampu untuk menebus biaya resep, juga pasien rawat inap di RS Kasih Ibu, tempatnya bekerja. Biaya tersebut bisa mencapai 8 hingga 10 juta yang akan ditagih kepada dr. Lo di akhir bulan. Tidak hanya itu, dr. Lo juga akan mencarikan donatur untuk pasien dengan biaya rawat cukup besar, seperti halnya harus operasi. Menurutnya, untuk apa pasien membayar ongkos dokter dan obat kalau setelah itu tidak bisa membeli beras untuk anak-anaknya. 

Dokter yang merupakan lulusan Manajemen Administrasi Rumah Sakit UI ini terkadang memarahi pasiennya yang menganggap enteng penyakit. "Sampai sekarang masih banyak yang bersikap kayak gitu. Memangnya penyakit itu bisa sembuh sendiri. Kalau sakit ya harus segera dibawa ke dokter. Jangan bikin diagnosa sendiri.." Ucapnya dengan gaya bicara yang tegas.