News

Kisah Bung Karno dan Ditemukannya Makam Imam Bukhari


 Kisah Bung Karno dan Ditemukannya Makam Imam Bukhari
Ilustrasi (flickr.com)

AKURAT.CO, Bukan hanya terkenal di Indonesia, pemimpin besar revolusi Indonesia yakni Bung Karno juga terkenal di seluruh dunia. Presiden pertama Republik Indonesia ini dikenal dengan kemampuan diplomasinya yang tidak mau diatur oleh pihak manapun.

Jasanya di Indonesia sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Namun di dunia internasional, Bung Karno menjadi pelopor gerakan non-blok ketika perseteruan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat memanas.

Bertempat di Bandung, Bung Karno mengundang delegasi dari berbagai negara Asia-Afrika untuk mendeklarasikan gerakan non-blok yang dikenal sebagai Konferensi Asia-Afrika. Berkat gebrakan Bung Karno bersama negara-negara sahabat ini, pada tahun 1955 dirinya diundang ke Uni Soviet sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan. Namun, tekad kuat Bung Karno sebagai pemimpin yang tidak ingin disetir membuatnya tidak kehilangan akal.

Bung Karno sadar kunjungannya ke Uni Soviet berisiko memunculkan keretakan yang telah dibangun dengan negara non-blok. Namun di sisi lain, dirinya juga sadar bahwa Indonesia butuh dukungan dari Uni Soviet untuk melawan negara barat yang masih ingin menguasai segala kekayaan di nusantara.

Akhirnya, Bung Karno bersedia memenuhi undangan pemimpin blok timur Uni Soviet dengan satu syarat. Pemerintah Uni Soviet harus menemukan makam Imam Bukhari, salah seorang sahabat Rasulullah dan perawi hadis-hadis sahih yang menjadi landasan hukum umat Islam.

Syarat yang disodorkan Bung Karno itu memang dirasa memberatkan bagi Uni Soviet yang berpaham komunis dan jauh dari nilai-nilai Islam. Namun, karena pengaruh Bung Karno di dunia yang sangat disegani, makam Imam Bukhari pun dicari hingga akhirnya ditemukan.

Saat ditemukan, kondisi makam tersebut tidak terawat, memprihatinkan, dan berada di rimbunnya semak belukar. Setelah diberi penjelasan bahwa yang bersemayam di makam tersebut adalah sahabat Nabi Muhammad saw junjungan umat Islam, pemerintah Uni Soviet bersedia memugar makam tersebut dan menjadikanhya tempat ziarah bagi umat muslim dari seluruh penjuru dunia.

Ketika itu, Bung Karno akhirnya datang ke Uni Soviet dan menziarahi makam Imam Bukhari sembari memanjatkan doa-doa dan melantunkan ayat Al-Qur'an.

Saat ini, pasca pecahnya Uni Soviet, makam Imam Bukhari terletak di negara Uzbekistan yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kompleks area makam yang mencapai 10 hektare itu lebih tepatnya berada di Hartang (Payarik District), berjarak 25 km dari Kota Samarkand, Uzbekistan.

Berkat jasa Bung Karno itulah namanya hingga saat ini masih masyhur di negara Asia Timur tersebut. []