Rahmah

Kisah Awal Mula Nabi Harun Menjadi Juru Bicara Nabi Musa


Kisah Awal Mula Nabi Harun Menjadi Juru Bicara Nabi Musa
Ilustrasi Nabi Harun saudaranya Nabi Musa (freeimages.com)

AKURAT.CO, Berbicara tentang kisah Nabi Harun as, tentu tidak bisa dilepaskan dari kisahnya Nabi Musa as. Sebab, Nabi Harun merupakan saudara Nabi Musa di mana menurut berbagai literatur, Nabi Harun lahir lebih dahulu.

Sama seperti Nabi Musa, Nabi Harun juga mendapat perintah dari Allah Swt untuk berdakwah kepada kaum Bani Israil pada zaman kekuasaan Raja Firaun. Firaun yang hidup di masa Nabi Musa as tersebut memang terkenal bengis bahkan disebut-sebut sebagai seburuk-buruknya manusia karena mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan.

Awalnya, Nabi Harun dan Nabi Musa diasuh oleh dua perempuan yang berbeda. Namun di kemudian hari keduanya bertemu untuk mengemban amanah dari Allah Swt yaitu mengajak kaumnya ke jalan yang benar.

Dua saudara tersebut kemudian saling bekerja sama membimbing kaum Bani Israil menyembah Allah ta'ala. Tugas dari Nabi Harun as dalam hal ini tak lain adalah sebagai juru bicara Nabi Musa yang dikenal tidak fasih dalam berbicara.

Suatu ketika, Nabi Musa mengadu kepada Allah tentang kekakuan lidahnya, karena sesungguhnya lidah Nabi Musa tidak dapat berbicara fasih dan banyak. Nabi Musa akhirnya meminta kepada Allah agar ia dibantu oleh saudaranya (Nabi Harun) dalam menyampaikan berbagai macam dakwahnya.

Terkait hal ini, Allah berfirman dalam Al-Qur'an, "Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun saudaraku." (QS. Thaha: 29-30).

Atas permintaan Nabi Musa itulah, Harun akhirnya mendapat wahyu dari Allah dan keduanya memulai dakwah bersama-sama.

Nabi Harun dan Nabi Musa lalu berangkat menuju istananya Firaun untuk menyerukan jalan kebenaran. Sesampainya menghadap Firaun, kedua Nabi itu berkata bahwa mereka adalah utusan Allah.

Perkataan tersebut tertuang di dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu." (QS. Thaha: 47).

Lalu Firaun bertanya, "Siapakah Tuhan kalian berdua? Apa yang kalian inginkan?"

Musa menjawab, "Saya ingin agar engkau beriman kepada Allah dan melepaskan kaum Bani Israil untuk pergi bersama kami."

Firaun yang kejam itu kemudian menolak keinginan Nabi Musa dan berkata, "Datangkanlah suatu tanda (mukjizat) jika engkau termasuk orang-orang yang benar."

Atas izin Allah, tongkat yang dipegang Nabi Musa as dilemparkannya dan berubah menjadi ular untuk menyerang pasukan Firaun.

Dari situlah Nabi Harun selalu berada di samping Nabi Musa as untuk menyampaikan amanah dari Allah Swt.

Wallahu a'lam.[]