Rahmah

Kisah Ali dan Fathimah: Buah Manis dari Rasa Ikhlas

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Ali, inilah pahala dinarmu, inilah balasan dinarmu. Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendakinya!!”


Kisah Ali dan Fathimah: Buah Manis dari Rasa Ikhlas
Ilustrasi Ali (Pecihitam)

AKURAT.CO  Suatu waktu, Ali pergi ke Masjid untuk melaksanakan salat zuhur karena waktunya hampir menjelang habis. Ternyata, Ali tetap tinggal di masjid hingga salat ashar dan maghrib. Setelah salat mangrib, tiba-tiba Rasulullah SAW menghampirinya dan berkata, “Wahai Abul Hasan, apakah engkau punya makanan untuk kita makan malam??”

Pada masa Rasulullah SAW, beliau memang lebih sering mengerjakan salat jamaah isya’ pada akhir waktu, yang artinya menjelang tengah malam. Sehingga, setelah salat magrib, biasanya para sahabat pulang terlebih dahulu.

Begitu mendengar pernyataan Rasulullah SAW, Ali tersentak kaget. Ali tidak dapat berkata apa-apa karena merasa malu kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW bersabda lagi, “Jika engkau berkata ‘tidak’ maka aku akan pergi. Jika engkau berkata ‘ya’ maka aku akan pergi bersamamu!!”

“Baiklah, ya Rasulullah, marilah ke rumah saya!!” kata Ali.

Rasulullah SAW dan Ali lalu berjalan beriringan menuju rumah Ali. Saat itu juga, Fathimah langsung menyambutnya dengan mengucap salam ketika mengetahui kedatangan Rasulullah SAW. Beliau lalu menjawab salam putri tercintanya itu sambil mengusap kepalanya, dan bersabda, “Bagaimana engkau malam ini? Sudah siapkah makan malam untuk kita? Semoga Allah mengampunimu, dan Dia telah melakukannya!!”

Sementara itu, Fathimah segera mengambil mangkuk besar berisi makanan. Ternyata beberapa waktu sebelumnya, tiba-tiba saja makanan itu telah berada di rumahnya tanpa tahu siapa yang membawakannya. 

Dengan demikian, Ali mencium aroma makanan yang sangat lezat, yang belum pernah rasanya ia menemukan makanan seperti itu. Ali lalu memandang tajam kepada istrinya, sebuah pertanyaan keras dan kemarahan bercampur dalam pandangannya itu. Fathimah berkata, “Subhanallah, alangkah tajamnya pandanganmu!! Apakah aku telah berbuat kesalahan sehingga engkau tampak begitu murka?”

"Apakah ada dosa yang lebih besar daripada yang engkau perbuat hari ini? Tadi pada aku menjumpaimu dan engkau bersumpah tidak memiliki makanan apapun, bahkan sudah dua hari lamanya!!” jelas Ali.

Fathimah kemudian menengadah ke langit sambil berkata, “Tuhanku Maha Tahu, bahwa aku tidaklah berkata kecuali kebenaran semata!!”

Rasulullah SAW hanya tersenyum melihat pertengkaran kecil tersebut. Sambil meletakkan tangan di pundak Ali dan mengguncang-guncangkannya,  Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Ali, inilah pahala dinarmu, inilah balasan dinarmu. Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendakinya!!”

Hingga beberapa saat kemudian Rasulullah SAW menangis penuh haru, dan bersabda, “Segala puji bagi Allah, Zat yang telah mengeluarkan kalian berdua di dunia ini, yang telah memperjalankan engkau, wahai Ali di jalan (Nabi) Zakaria, dan memperjalankan engkau, wahai Fathimah di jalan Maryam,!!". Wallahu A'lam Bishawab. []