Rahmah

Kisah Al-Muktafi Billah, Khalifah ke-18 Dinasti Abbasiyah

Karena kekanak-kanakkannya, masa pemerintahan Al-Muqtadir tidak stabil. Bahkan ia menjadi “khalifah boneka” karena dikendalikan oleh beberapa pihak.


Kisah Al-Muktafi Billah, Khalifah ke-18 Dinasti Abbasiyah
Ilustrasi Dinasti Abbasiyah (read.opensooq.com)

Ia meninggalkan delapan anak laki-laki dan delapan anak perempuan. Dalam masa pemerintahan yang sangat singkat untuk ukuran sistem Dinasti ini tentu Al-Muktafi masih banyak memiliki tugas negara yang belum diselesaikan. Praktis, hal ini akan menjadi “beban” khalifah berikutnya, dan bisa saja terjadi instabilitas politik.

Benar saja, penerus kekhalifahan selanjutnya adalah Al-Muqtadir, adik sang khalifah sendiri yang saat itu baru berusia 13 tahun. Saking dininya usia Al-Muqtadir, sampai-sampai ia ditanyai apakah sudah baligh atau belum. Hal ini wajar karena usia baligh menjadi syarat kelayakan sebagai khalifah.

Karena kekanak-kanakkannya, masa pemerintahan Al-Muqtadir tidak stabil. Bahkan ia menjadi “khalifah boneka” karena dikendalikan oleh beberapa pihak.[]

baca juga:

Sumber: NU Online