Rahmah

Kisah Addas, Budak Nashrani yang Mendapat Hidayah di Thaif

Addas merupakan budak beragama Nashrani dan berasal dari Negeri Ninawa (Nineveh).


Kisah Addas, Budak Nashrani yang Mendapat Hidayah di Thaif
Ilustrasi Sahabat Nabi (Dream)

AKURAT.CO Setelah urung berdakwah di Thaif, dalam perjalanan pulang menuju Makkah, Rasulullah SAW bersama Zaid bin Haritsah berlindung di sebuah kebun yang diketahui milik dua tokoh kafir Quraisy Makkah yaitu Utbah bin Rabiah dan Syaibah bin Rabiah. Kala itu kodisi Rasulullah SAW sangat memprihatikan. Beliau terlihat begitu lelah dan terdapat luka karena mendapat serangan berupa lemparan batu oleh sebagian penduduk Thaif.

Melihat keadaan Rasulullah SAW yang seperti itu, membuat dua tokoh Quraisy tersebut merasa kasihan. Mereka kemudian menyuruh budaknya yang beragama Nashrani, Addas untuk memberikan setandan anggur kepada Rasulullah SAW dan Zaid bin Haritsah.

Rasulullah SAW lalu menerimanya, dan membaca Bismillah sebelum memakan buah anggur itu. Mendengar Rasulullah SAW mengucap Bismillah, Addas berkata, "Kata-kata itu tidak pernah diucapkan penduduk negeri ini,".

Kemudian Rasulullah SAW bertanya tentang asal dan agama Addas. Addas menjawab jika dia beragama Nashrani dan berasal dari Negeri Ninawa (Nineveh). Mendengar penjelasan tersebut, Rasulullah SAW berkata, "Negerinya orang shalih bernama Yunus bin Matta."

Namun Addas menjadi heeas tentang sabda Rasulullah SAW tersebut. Ia menanyakan tentang nama Yunus bin Matta yang memang terkenal di negerinya itu, meskipun orang tersebut sudah lama meninggal. Rasulullah SAW lalu bersabda, "Beliau adalah saudaraku, beliau seorang Nabi, begitu juga aku seorang nabi!!".

Addas lalu merengkuh kepala Rasulullah SAW dan mencium tangan serta kaki Rasulullah SAW. Hal tersebut dilakukan karena sikap dan pengakuan akan kebenaran kenabian Rasullullah SAW. Rasulullah SAW menjelaskan secara ringkas risalah Islam yang Rasulullah SAW bawa, dan seketika itu juga Addas menyatakan diri untuk memeluk Islam.

Akan tetapi, pada saat Addas kembali kepada tuannya, mereka mencelanya karena mereka tahu tentang apa yang dilakukan Addas terhadap Rasulullah SAW. Mereka berdua mengatakan bahwa agama Nashrani yang dipeluknya itu masih lebih baik. Tetapi dengan tegas Addas menjawab, "Wahai tuan, di dunia ini tidak ada sesuatupun yang lebih baik daripada orang itu. Dia telah mengabariku sesuatu yang tidak diketahui seseorang, kecuali oleh seorang nabi." []