Rahmah

Kisah Abu Nawas Kritik Hakim yang Gemar Lakukan Suap Menyuap

Kisah Abu Nawas Kritik Hakim yang Gemar Lakukan Suap Menyuap
Ilustrasi Abu Nawas (pinterest.com)

AKURAT.CO Suatu waktu kerjaan sedang dalam keadaan genting. Hakim yang dikenal adil baru saja meninggal. Sang raja telah mengajukan hakim pengganti namun ternyata perilakunya sangat tidak adil.

Abu Nawas sebagai pribadi yang kritis akhirnya langsung turun tangan menyelesaikan negaranya itu. Abu Nawas enggan mau jika kerajaan yang menjadi tempatnya berdiskusi dengan raja Harun Ar-Rasyid menjadi tempat kemaksiatan dan ketidakadilan.

Abu Nawas yang mengetahui negaranya sedang diterpa darurat krisis, akhirnya turut prihatin. Ia berinisiatif untuk menyadarkan para hakim itu dengan caranya sendiri. 

baca juga:

Hingga pada suatu waktu, Abu Nawas mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Tetapi hakim di kota Abu Nawas selalu beralasan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Kondisi ini terus berlangsung terus-menerus hingga Abu Nawas menarik kesimpulan bahwa sang hakim meminta disuap. Namun Abu Nawas mengetahui bahwa suap-menyuap merupakan sesuatu yang diharamkan oleh agama. Maka dari itu, Abu Nawas  memutuskan untuk melemparkan keputusan kepada si hakim sendiri. 

Abu Nawas kemudian menyiapkan sebuah gentong. Gentong tersebut diisi dengan kotoran sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atas gentong tersebut, diolesi mentega.

Tak menunggu waktu lama, gentong itu segera diibawa ke hadapan sang Hakim. Namun saat Abu Nawas menghampirinya, sesuatu yang aneh terjadi. Tiba-tiba saja kesibukan sang hakim langsung hilang dan memiliki waktu untuk menuliskan tanda tangannya pada surat perjanjian Abu Nawas. 

"Wahai tuan hakim, apakah boleh saya memberi gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan tuan?" tanya Abu Nawas mengelabuhi. 

Sang hakim menjawab sambil mengamati gentong itu. "Ah...engkau jangan terlalu dalam memikirkannya," kata si hakim dengan sedikit tersenyum.