Rahmah

Kisah Abu Jandal bin Suhail Kabur ke Madinah

Abu Jandal bersama orang-orang yang senasib kebur ke Madinah dan membuat orang Quraisy kerepotan


Kisah Abu Jandal bin Suhail Kabur ke Madinah
Ilustrasi sahabat Nabi (akhbarak.net)

AKURAT.CO Abu Jandal bin Suhail bin Amr merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad dari kaum Muhajirin. Sebagaimana umumnya umat muslim pada masa dakwah di Makkah, Abu Jandal banyak menerima penindasan dari kafir Quraisy. Bagaimana kisah lengkapnya? Yuk, simak!

Abu Jandal merupakan putra dari sorang tokoh Quraisy bernama Suhail bin Amr bin Abdusya Syams dan sukunya adalah Bani Amir sehingga ia dinisbatkan dengan al-Amiri.

Dia merupakan sahabat yang tergolong masuk Islam di masa awal atau disebut golongan as-sabuquna al-awalun (orang-orang yang masuk Islam lebih dulu). Keislamannya membuat sang ayah murka sehingga ia dirantai dan dijebloskan ke dalam penjara. Karena intimidasi inilah ia tidak bisa ikut hijrah ke Madinah.

baca juga:

Ada kisah menarik  tantang Abu Jandal setelah Rasulullah tidak bisa mengabulkan permintaannya agar ia bisa turut hijrah ke Madinah. Bersama tujuh puluh orang yang senasib ia melarikan diri ke Madinah, padahal status mereka sebagai tawanan kaum Quraisy.

Dengan mengendarai kuda dan tergabung dalam kelompok Abul Bashir, rombogan ini tidak ikut menyusul bersama rombongan Rasulullah karena khawatir akan disuruh kembali ke Makkah oleh beliau.

Mereka bergabung dengan orang-orang dari kabilah Ghifar, Aslam, Juhainah, dan kabilah Arab lainnya yang telah masuk Islam. Hingga jumlah mereka mencapai 300-an orang.

Selama di perjalanan, mereka mencegat jalur perdagangan kaum Quraisy. Tidak seorang Quraisy pun yang melintas kecuali mereka bunuh. Mereka juga merebut harta kafilah dagangnya.

Perbuatan mereka betul-betul membuat repot orang-orang Mekah. Hingga kafir Quraisy Mekah melayangkan surat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mengajak kelompok Abul Bashir dan Abu Jandal bergabung ke Madinah.

Rasulullah kemudian mengirim surat kepada Abu Jandal dan Abul Bashir agar mereka menemui beliau di Madinah. Kemudian bergabung bersama saudara-saudaranya kaum muslimin yang lain di negeri hijrah tersebut. Beliau juga meminta agar mereka tidak lagi memberikan ancaman untuk kafilah Quraisy.

Begitu surat Rasulullah sampai, Abul Bashir sedang sakit. Ia pun meninggal dalam keadaan membaca dan menggenggam surat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Abu Jandal memakamkan sahabatnya itu.[]

Sumber: Kisahmuslim