Rahmah

Kisah Abu al-Haitsam, Kaum Anshar yang Pertama Kali Beriman

Abu al-Haitsam merupakan sahabat Nabi yang sudah membenci berhala sejak zaman jahiliah


Kisah Abu al-Haitsam, Kaum Anshar yang Pertama Kali Beriman
Ilustrasi sahabat Nabi (akhbarak.net)

AKURAT.CO Abu al-Haitsam bin at-Tayhan merupakan seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar dari kabilah Aus. Ia terlibat dalam peristiwa besar, yaitu Baiat Aqabah bersama 70 sahabat Anshar lainnya. Bahkan ia termasuk salah satu pimpinan Anshar yang hadir di peristiwa bersejarah tersebut.

Selain itu, ia juga sosok yang heroik, semua peperangan pernah ia ikuti, seperti Perang Badar, Uhud, Khandaq, dan seluruh peperangan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia tercatat sebagai sahabat dari kalangan Anshar yang masuk Islam.

Abu al-Haitsam merupakan kun-yahnya, sementara nama dan nasabnya adalah Malik bin at-Taihan bin Malik bin Atik bin Amr bin al-Aus al-Anshari. Dalam pendapat lain dijelaskan bahwa ia adalah orang pertama yang berbaiat kepada Rasulullah saat peristiwa Baiat Aqabah II.

baca juga:

Ibnu Ishaq mengatakan, “Bani Najjar meyakini kalau Abu Umamah As’ad bin Zurarah-lah orang pertama yang membaiat Nabi. Sedangkan Bani Abdul Asy-hal mengatakan justru yang pertama adalah Abu al-Haitsam bin at-Taihan.

Memeluk Islam

Dikatakan, Abu al-Haitsam merupakan sahabat Nabi yang sudah membenci berhala sejak zaman jahiliah. Ia menjaga kesucian hatinya dengan menjauhi berhala-berhala itu. Tidak hanya itu, ia juga sudah bertauhid.

Dua sahabat dari kalangan Anshar yang pertama kali memeluk Islam adalah dia dan As’ad bin Zurarah saat berada di kota Makkah. Keduanya menjalankan syariat Islam dengan penuh ketaatan. Lalu mereka tergabung dalam delapan orang pertama yang beriman dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Juga, Abu al-Haitsam termasuk enam orang Anshar yang pertama berjumpa dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Mekah. Kemudian mereka datang ke Madinah dengan membawa keislaman mereka dan menyebarkannya di tengah masyarakat.

Wafat

Berdasarkan pendapat Shalih bin Kaisan, Abu al-Haitsam wafat pada tahun 20 H. Masa di mana Rasulullah masih hidup.

Dalam pendapat lain disebutkan bahwa Abu al-Haitsam wafat pada tahun 21 H. Berdasarkan pendapat mayoritas sejarawan, termasuk di dalamnya Ibnul Atsir, Abu al-Haitsam wafat saat terjadi Perang Shiffin di pasukan Ali bin Abi Thalib.[]

Sumber: Kisahmuslim