News

Kini Tidak Ada Legend Seperti Rhoma Irama, Wakil Ketua MPR Ini Gaungkan Serikat Rakyat Gotong Royong

Berpandangan perlu dibutuhkan sebuah gerakan yang bisa menggalang kebersamaan


Kini Tidak Ada Legend Seperti Rhoma Irama, Wakil Ketua MPR Ini Gaungkan Serikat Rakyat Gotong Royong
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid dalam acara pra-launching Serikat Rakyat Gotong Royong di Rumah Dinas Waka MPR, Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/9/2021). (MPR RI)

AKURAT.CO, Pandemi Covid-19 menyebabkan kesulitan masyarakat di berbagai lini. Terlebih banyak warga yang kehilangan pekerjaan sehingga mengalami kesulitan ekonomi.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menekankan perlunya gerakan yang bisa menggalang kebersamaan melakukan hal-hal positif yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Diperlukan meningkatkan barisan guna menghadapi kondisi yang tidak cukup baik ini. Kita perlu meningkatkan, menguatkan barisan untuk menghadapi kondisi yang tidak cukup baik ini. Dan kuncinya adalah gotong royong untuk saling menguatkan," ujar Jazilul dalam keterangan tertulis, Selasa (21/9/2021).

Jazilul mengatakan, gotong royong dalam konteks hari ini disebut kolaborasi atau Kerjasama. Sebab, lanjut dia, hari ini tidak ada kekuatan yang dominan sendiri. Kekuatan itu justru muncul melalui kolaborasi.

”Sekarang ini tidak ada titik sentrum, tidak ada legend seperti zamannya Rhoma Irama, Elvi Sukaesih, Michael Jackson. Sekarang ini semua menjadi top di tempat masing-masing. Hal yang menguatkan namanya sinergi. Jadi, semua punya minat, semua punya arus, dan semua punya pekerjaan masing-masing,” tuturnya.

Selain itu, Jazilul meminta Serikat Rakyat Gotong Royong akan diisi oleh orang-orang dari berbagai latarbelakang profesi, hobi, suku, ras agama dan keragaman lainnya.

”Kita harus memiliki visi kegotongroyongan. Artinya lintas agama, etnis, suku, hobi, gender dan umur. Gotong royong itu semangatnya universal. Prinsipnya dalam organisasi ini setara, bebas, kebersamaan, kesetaraan, dan persaudaraan. Itu yang menjadi prinsip utama dari Serikat Rakyat Gotong Royong,” paparnya.

Dengan melibatkan berbagai kalangan, kata Gus Jazil, akan banyak ide, gagasan, dan hal-hal yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat lainnya.

”Covid ini membuat orang-orang kehilangan kegembiraan. Kita pelan-pelan akan membangun kegembiraan dan rasa optimisme masyarakat,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, rencananya Serikat Rakyat Gotong Royong akan dideklarasikan di Bumi Sangkuriang, Kiputih, Kota Bangdung, Jawa Barat bersama sejumlah klub motor.

”Kita akan buat berbagai kegiatan yang sifatnya lebih ke masyarakat bawah. Misalnya santunan. Kegiatan yang terdekat karena Covid, kita pilih daerah yang kurang tersentuh pembangunan itu di wilayah Jawa bagian selatan. Kita mau buat Kirab Pantai Selatan,” urainya.

Jazilul menambahkan, Serikat Rakyat Gotong Royong merupakan gagasan awal dalam membangun kerja sama dan bersinergi dengan berbagai lintas latarbelakang masyarakat.

”Ada dokter, pengusaha properti, seniman, penggemar motor, budayawan, kalangan pesantren, dan lainnya. Kita harus punya sambungan untuk menyalakan kembali semangat kegotongroyongan," pungkasnya.[]