Ekonomi

Kinerja Pemulihan Januari-Februari 'Memble', Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Masih Akan Minus


Kinerja Pemulihan Januari-Februari 'Memble', Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Masih Akan Minus
Suasana deretan gedung bertingkat yang terlihat dari kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (25/2/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperingatkan bahwa perekonomian Indonesia pada kuartal I tahun ini masih jauh dari kata 'perbaikan' dan masuk ke zona pertumbuhan yang positif. 

Ia meramalkan pertumbuhan ekonomi nasional masih terkontraksi hingga negatif 2%, karena pemulihan yang belum cukup signifikan di awal tahun.

"Perekonomian masih minus karena pemulihan masih belum cukup signifikan pada Januari-Februari, sehingga ekspektasinya masih kisaran negatif 2% sampai negatif 1% di kuartal I-2021," ujarnya dalam pelatihan wartawan secara daring di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Pertumbuhan ekonomi yang masih minus pada kuartal pertama tahun ini juga karena pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 yang pada saat itu masih tumbuh positif. Pasalnya, Covid-19 juga baru teridentifikasi di Indonesia pada Maret 2021. Sehingga bila dibandingkan dengan posisi sekarang tentu sangat signifikan perbedaannya.

Namun, asa pemulihan ekonomi akan terlihat pada kuartal II tahun ini. Sebab, ada berbagai stimulus dari Pemerintah yang sudah digelontorkan, terutama di sektor otomotif dan properti. Apalagi, sektor-sektor tersebut cukup mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020. 

"Di tahun lalu itu akan bisa mendongkrak ekonomi kuartal II cukup tinggi, perhitungan kami sejauh ini bisa 6%-an, kita harapkan ini akan mendongkrak pemulihan ekonomi di tahun ini," urai dia.

Ke depan, ia menilai pertumbuhan ekonomi akan semakin menguat. Terutama, dengan adanya program vaksinasi Covid-19 yang berjalan di berbagai negara, termasuk Indonesia. 

“Program vaksinasi menjadi kunci untuk menekan Covid-19. Kalau (jumlah kasus positif) Covid-19 nya masih tinggi, maka kegiatan ekonomi tidak bisa lebih longgar. Sehingga, kami harapkan akan jauh lebih baik,” jelasnya. 

Josua menambahkan, program vaksinasi COVID-19 yang masih terus digencarkan oleh pemerintah saat ini, dinilai juga akan menjadi salah satu faktor pendorong bagi proses pemulihan ekonomi nasional tersebut.

"Jadi apabila proses vaksinasi COVID-19 itu bisa dipercepat, maka hal itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di semester II 2021," katanya. []