Ekonomi

Kinerja Investasi BPJS Ketenagakerjaan Turun Karena Konflik Internal?


Kinerja Investasi BPJS Ketenagakerjaan Turun Karena Konflik Internal?
Pelayanan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jayapura (AKURAT.CO/Sudjarwo )

AKURAT.CO Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar membeberkan, bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dengan Dewan Pengawasnya memang sedang tidak harmonis. Adanya perselisihan di internal ini dimulai sejak 2017 lalu. Dan mulai mempengaruhi nilai investasi yang selama ini dianggap menurun.

Dan penurunan nilai investasi dari imbal hasil (yield) jaminan pekerja tahun ini berkurang sekitar 1-2 persen dari tahun sebelumnya. Nilai investasi BPJS TK bersumber dari dana pekerja yang disetorkan untuk beragam produk jaminan yang diterapkan oleh perusahaan plat merah ini.

“Kalau tahun lalu 7,19 persen dana imbal hasil dari jaminan tersebut. Kalau sekarang ini sekitar 5-6 persen,” ujarnya ditemui di Kantor Saiful Murjani Research and Consulting (SMRC), Jakarta, Jumat (28/12).

“Kinerja investasi menurun, yang dirugikan pekerja sebagai pemilik dana secara nasional ini. Jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, Jaminan Hari tua (JHT), dan jaminan pensiun. Jadi, kekisruhan di dua organ ini akibat pada turunnya hasil investasi dan kinerja yang lebih buruk sehingga yang dikorbankan adalah pekerja,” lanjut dia.

Kekisruhan ini hingga melibatkan Dewan Jaminan Sosial Negara (DJSN) yang berupaya untuk menstabilkan kembali kondisi BPJS TK seperti sedia kala. Namun, menurut Timboel upaya tersebut belum menuai hasil.

Bahkan, perseteruan dua organisasi dalam satu badan usaha itu semakin memanas dengan adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh anggota Dewan Pengawas BPJS TK berinisial SAB terhadap pekerjanya sendiri yang berinisial RA.

Akibat kasus tersebut, membuat nama BPJS TK semakin menurun dan itulah salah satu faktor yang juga mampu menurunkan nilai investasi.

“Dengan adanya kasus-kasus seperti ini, imagenya BPJS TK ya menurun. Di publik itu ada kompetisi antara dewan pengawas dengan dewan direksi yang seharusnya nggak perlu dan akan mengganggu kinerja pengawas ketenagakerjaan. Dan sebagai bukti, turunnya hasil investasi dari BPJS Ketenagakerjaan. Ini kita mempertanyakan bagaimana kinerja audit investasi yang dilakukan oleh SAB dan sebagainya,” katanya.

Dihubungi terpisah, meski ditambah adanya kasus dugaan pelecehan seksual, Kepala Divisi Humas BPJS TK Irvansyah Utoh Banja memastikan tidak akan mempengaruhi operasional perusahaan.

“Kami pastikan proses penanganan ini nggak akan menggangu operasional dan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan. Kami berkomitmen menjunjung tinggi, menjaga dan mengamalkan nilai-nilai budaya institusi yang menjadi landasan dalam melakukan setiap aktivitas baik di dalam maupun di luar institusi,” ucap Utoh ketika dikonfirmasi Akurat.co, Jumat (28/12) melalui sambungan telepon. []