News

Kinerja Anies Dibilang Bagus, Gembong Langsung Ungkit Oke Oce dan Rumah Dp Rp0

Kinerja Anies Dibilang Bagus, Gembong Langsung Ungkit Oke Oce dan Rumah Dp Rp0
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono (AKURAT.CO/Herry Supriyatna)

AKURAT.CO, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono tak puas dengan hasil survei Median yang menyebut kinerja Anies Baswedan di DKI memuaskan dan layak memimpin DKI satu periode lagi.

Gembong mengatakan, selama tiga tahun memimpin Jakarta, Anies Baswedan bahkan belum membuat gebrakan baru. Dia kemudian mempertanyakan sejumlah program yang jadi bahan jualan Anies Baswedan ketika kampanye  Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu.

“Sampai hari ini belum ada program terwujud,” kata Gembong ketika dikonfirmasi Selasa (16/2/2021).

baca juga:

Gembong kemudian mengungkit sejumlah program yang diusung Anies Baswedan seperti program yang didulu digadang-gadang bisa menciptakan lapangan kerja baru dengan menghadirkan dunia wirausaha lewat gagasan Ok Oce yang disebut Gembong sampai saat ini program itu justru tidak jelas keberadaanya.

“Program Ok Oce yang akan mencetak 250 ribu wirausahawan baru, artinya akan mencetak lapangan kerja yang luar biasa kan, tapi apakah Ok Oce berjalan? dari tujuh tahapan yang ditetapkan program ini mungkin jauh dari target yang diharapkan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Gembong juga menyinggung program hunian murah meriah gagasan Anies Baswedan, yakni Rumah Dp Rp0 yang juga disebutnya gagal terealisasi sesuai janji kampanye. Rumah yang disebut hunian yang ramah dengan kantong masyarakat berpenghasilan rendah itu lanjut Gembong justru dibandrol dengan harga selangit.

“Program rumah dp Rp0 yang memang muncul dari gagasan pak Anies, apa itu terwujud? sampai hari ini belum,” ujarnya.

Gembong menilai hasil survei Median terlalu mengada-ada, fakta di lapangan kinerja Anies justru anjlok jauh bahkan cenderung jalan di tempat.

Dia mengatakan, walau belakangan Anies Baswedan mengumpulkan banyak piagam penghargaan atas kerjanya di DKI namun penghargaan itu justru program yang lahir dari Gubernur pendahulu Anies Baswedan.

“Dalam konteks penghargaan pak Anies segudang dapat penghargaan. Tapi penghargaan yang diterima bukan dari keringat yang dia ukir selama pimpin jakarta. misalkan contoh, penghargaan bidang transportasi? apa itu 100 persen kinerja pak Anies? kan tidak juga,” pungkasnya.[]