News

Kim Jong-un Eksekusi Menteri karena Kebanyakan Mengeluh dan Jarang Adakan 'Video Call'

Kim Jong-un dikabarkan telah mengeksekusi seorang menteri karena ia jarang mengadakan panggilan video dan mengeluhkan beban kerjanya


Kim Jong-un Eksekusi Menteri karena Kebanyakan Mengeluh dan Jarang Adakan 'Video Call'
Kim Jong-un dilaporkan mengeksekusi menterinya di Kementerian Pendidikan Tinggi karena banyak mengeluh dan jarang mengadakan panggilan video (AFP)

AKURAT.CO, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dikabarkan telah mengeksekusi seorang menteri karena ia jarang mengadakan panggilan video dan mengeluhkan beban kerjanya. Tak pelak otoritas menganggapnya gagal menerapkan Undang-undang Pendidikan Jarak Jauh.

Menurut Daily NRK, insiden terbaru ini terjadi setelah Departemen Organisasi dan Bimbingan (ODG) menyelidiki Kementerian Pendidikan Tinggi. Berdasarkan penyelidikan, departemen menteri tersebut dinyatakan gagal membuat kemajuan yang memuaskan.

"OGD melakukan penyelidikan karena komisi gagal membuat kemajuan apa pun dan karena beberapa mengkritik kebijakan pemerintah," bunyi laporan tersebut, dilansir dari The Sun.

Di antara tuduhan itu, para anggota komisi tersebut dilaporkan mengeluh di setiap rapat soal pekerjaan mereka dan banyak yang angkat tangan karena kurangnya sumber daya yang disediakan oleh negara. Mereka juga dituduh terlalu lamban dalam menjalankan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Menurut pengawas, kinerja mereka buruk dan tidak dilakukan dengan cara yang benar.

Kemudian, setelah eksekusi menteri yang tak disebutkan namanya, komisi baru dibentuk kembali di bawah kepemimpinan Ri Guk-chol, presiden Universitas Kim Il Sung.

"Di antara upaya terbaru, mereka berencana mengadakan panggilan konferensi video secara rutin," ungkap sebuah sumber.

Kim Jong-un telah membuat perubahan penting dalam pendidikan pekan ini. Sebelumnya, ia mengumumkan dibukanya Sekolah Senjata Nuklir yang akan berfokus pada teknologi rudal hipersonik. Namun, insiden ini menambah panjang daftar eksekusi yang dilakukan oleh diktator Korea Utara.

Tahun lalu, The Sun melaporkan eksekusi seorang jenderal dengan ikan piranha pemakan daging. Insiden lain juga menyebutnya memerintahkan regu tembak untuk membunuh 5 ajudan setelah KTT dengan Donald Trump pada 2019 berakhir tanpa kesepakatan. Ia juga dikabarkan memerintahkan 11 musisi dihancurkan berkeping-keping oleh helikopter dalam eksekusi yang mengerikan.

Namun, menurut Dr John Hemmings, Direktur Kajian Asia di Henry Jackson Society, sulit untuk memverifikasi cerita tentang rezim yang sangat aneh itu. Ia menambahkan bahwa diktator seperti Kim memandang langkah-langkah tersebut diperlukan untuk mempertahankan kekuasaan rezim yang kejam. Menurutnya, Kim Jong-un hanya mengikuti contoh yang diberikan ayah sekaligus pendahulunya, Kim Jong-il.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu