News

Kikis Kesenjangan, YPA-MDR Bangun Sekolah dan Beri Pelatihan Pada Guru Daerah Pra Sejahtera

Upaya mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan antara kota dan daerah-daerah pra sejahtera terus dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR).

Kikis Kesenjangan, YPA-MDR Bangun Sekolah dan Beri Pelatihan Pada Guru Daerah Pra Sejahtera
Sumringah: senyum siswa SD di daerah pra sejahtera, Rote Ndao, NTT. (YPA-MDR)

AKURAT.CO, Upaya mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan antara kota dan daerah-daerah pra sejahtera terus dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR). Tak hanya merenovasi sekolah, upaya lain yang dilakukan yakni pembinaan terhadap guru, kepala sekolah hingga pembentukan lingkungan sekolah yang sehat, asri dan bersih. 

Salah satu daerah yang jadi sasaran YPA MDR yakni Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Sebanyak 13 sekolah kini telah direnovasi total oleh YPA MDR di Kecamatan Rote Barat. Sementara 3 sekolah lainnya akan dimulai proses pembangunannya pada November 2022 mendatang bersamaan dengan peresmian penggunaan 13 sekolah yang telah direhab total. 

Person In Charge (PIC) YPA MDR Kabupaten Rote Ndao Ferdinan Siokain menjelaskan, YPA MDR telah menunjukkan komitmennya mempersempit kesenjangan kualitas sekolah antara di kota dan daerah-daerah pra sejahtera dan daerah 4T atau terdepan, terjauh, terluar dan tertinggal. 

baca juga:

13 sekolah yang direhab total itu masing-masing 10 unit Sekolah Dasar Negeri (SDN), 1 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 unit Menengah Atas (SMA), dan 1 unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sebelum direhab total, pihak YPA MDR melakukan perjanjian kerjasama dengan Pemkab Rote Ndao. Sementara 3 sekolah lainnya mulai dibangun pada November mendatang. 

"Umumnya sekolah negeri tetapi kami (YPA MDR) juga ikut membantu mencari donasi agar sekolah-sekolah swasta, milik yayasan GMIT mendapatkan bantuan. Ada dua sekolah GMIT yang akan dapat bantuan senilai Rp 750 juta untuk dua sekolah GMIT," katanya, Rabu (17/8/2022). 

Selain membangun gedung sekolah baru, YPA MDR juga memberikan pelatihan kepada para guru maupun secara khusus kepada kepala sekolah. Ferdinan mengatakan, dalam memberi pelatihan, YPA MDR menyandarkan pada ada empat pilar utama YPA MDR. Yakni pilar akademik, pilar karakter, pilar seni budaya, dan pilar life skill. Pilar akademik yakni pelatihan kepada guru dengan menggandeng narasumber berkompeten. 

Sementara pilar karakter yakni pelatihan yang menyasar pembentukan karakter dan sikap guru dalam proses pembelajaran. Adapun pilar life skillnya dilakukan dengan memberikan pelatihan menenun kain tradisional Rote Ndao kepada siswa dan guru. Lalu, pilar seni budaya yakni pemberian pelatihan kemahiran menari tradisional Rote Ndao dan tarian tradisional daerah lain di Indonesia maupun kemahiran memainkan alat musik Sasando. 

"Kami YPA MDR punya komitmen untuk meningkatkan mutu kesetaraan pendidikan walaupun kami di daerah pra sejahtera tetapi tetap mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan sekolah-sekolah yang di ada di kota," katanya. 

Nah untuk pilar non akademis yaitu live skillnya-nya kita memberikan pelatihan penuh kepada siswa-siswa SD dan guru. Dengan menjadi siswa SD disini sudah bisa menenun berbagai motif tenunan adat Rote ke SD kelas 4 kelas 5 walaupun tidak secara umum, kita hanya ambil perwakilan satu sekolah 15 sampai 20 orang. Kita bekerjasama dengan pihak yang kompeten di bidangnya selama 1 tahun dan sekarang masih berjalan. Itu berjalan di 9 SD untuk SMP, SMA dan SMK. Dan tahun ini kita memberikan pembinaan seni budaya berupa pelatihan sasando. 

"Kami YPA MDR punya komitmen untuk meningkatkan mutu kesetaraan pendidikan walaupun kami di daerah pra sejahtera tetapi tetap mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan sekolah-sekolah yang di ada di kota," ungkap Ferdinan. []