Olahraga

Kick It Out Gandeng Facebook Lawan Rasisme Sepakbola

Kick It Out adalah organisasi internasional yang mengadvokasi diskriminasi rasial di sepakbola.


Kick It Out Gandeng Facebook Lawan Rasisme Sepakbola
Salah seorang ofisial laga mengenakan kaos kampanye anti-diskriminasi (REUTERS/Ed Sykes)

AKURAT.CO, Lembaga anti-diskriminasi, Kick It Out, membangun kerjasama dengan platform media sosial terbesar, Facebook, untuk membasmi rasisme di sepakbola. Kampanye dengan tajuk “Take a Stand” ini tidak menyasar kelompok minoritas yang vokal tetapi justru mayoritas yang memilih bungkam (silence majority).

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, kampanye ini akan meminta publik bersumpah untuk melakukan sikap anti-diskriminasi. Aksi ini juga akan dilengkapi alat untuk edukasi serta melaporkan pelecehan yang terjadi di WhatsApp serta Facebook Messenger.

Kerja ini dilakukan menyusul meningkatnya pelecehan rasial yang dilakukan kepada pemain berkulit hitam di Liga Primer Inggris sepanjang tahun lalu. Kick It Out mencatat peningkatan sebesar 42 persen tindakan pelecehan sepanjang 2019.

Mereka yang menjadi korban di antaranya adalah pemain seperti Wilfried Zaha dan David McGoldrick. Adapun winger Manchester City, Raheem Sterling, merupakan salah satu yang vokal menentang tindakan rasis di dalam pertandingan.

“Menekel diskriminasi dan mempromosikan inklusi tidak harus diturun-kontrakkan. Ini bukan ekslusif pekeraan Kick It Out atau Liga Primer atau FA atau EFL. Ini adalah tanggung jawab semua orang, tanggung jawab secara personal,” kata pemimpin Kick It Out, Sanjay Bhandari.

Kerjasama dengan Facebook sebenarnya dipicu oleh aksi yang lebih dulu dilakukan oleh Twitter. Tahun lalu, Twitter mengambil sikap dengan menurunkan konten yang bernada kebencian di platform mereka.

Pada Juni lalu, sejumlah pengiklan di Facebook mengancam melakukan boikot jika Facebook tak mengambil tindakan terhadap konten bernada kebencian. Facebook sendiri mengaku menerima 95 persen laporan soal kebencian dalam 24 jam namun tidak menyebut angka tersebut adalah konten yang berhubungan dengan sepakbola.

“Saya bisa memberikan Anda puncak ‘gunung es’ tetapi saya tidak bisa memberi Anda rincian terhadap seluruh laporan yang dibuat oleh 20 klub Liga Primer dan 92 klub di seluruh liga (di Inggris) dan untuk (gerakan LGBTQ) Stonewall dan aksi sosial lainnya yang menerima data itu,” kata Bhandari.

“Apa yang tidak ingin saya lakukan adalah kembali setiap tahun dan melewati hari yang berulang… dan bilang: ‘angkanya naik.’”[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu