Ekonomi

Kibarkan Bendera Putih, Pengusaha Siap-siap PHK Pekerja Kontrak Sebentar Lagi

akan terjadi skenario PHK jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat terus diperpanjang. 


Kibarkan Bendera Putih, Pengusaha Siap-siap PHK Pekerja Kontrak Sebentar Lagi
Pejalan kaki melintas di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (15/5/2020). Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengizinkan warga berusia di bawah 45 tahun untuk bekerja demi redam maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), karena batas usia 45 tahun dianggap lebih kuat terhadap infeksi virus bila dilihat dari data. (AKURAT.CO/Dharma WIjayanto)

AKURAT.CO  Pihak pengusaha mengatakan akan terjadi skenario PHK jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat terus diperpanjang. 

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengatakan secara umum perusahaan bakal mengurangi pekerjaanya terutama bagi yang berstatus kontrak.

"Pasti efeknya karyawan kontrak ini mau tidak mau dengan berat hati pasti pengusaha akan kurangi atau putus karyawan kontrak dulu itu pasti yang saya pikir tidak dapat dihindari," katanya saat konferensi pers, Rabu (21/7/2021).

Untuk itu ia mengharapkan PPKM jangan diperpanjang lagi untuk menghindari skenario tersebut.

Di waktu yang sama Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjajamengutarakan bahwa pekerja mal saat ini pegawainya telah dirumahkan dengan tetap menerima gaji. 

Namun apabila PPKM terus diperpanjang maka akan terjadi pemotongan gaji hingga 50 persen dan dampak selanjutnya adalah PHK.

Ia mengatakan opsi PHK diambil karena beban pengusaha tetap besar dan tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.

"Kemudian opsi terakhir adalah PHK, Tahapan-tahapan ini bergantung seberapa lama PPKM darurat berlangsung. Kami memang harap opsi ketiga terakhir PHK tidak terjadi," ungkapnya.

Selain itu Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Eddy Suyanto juga menuturkan jika PPKM diperpanjang hingga bulan depan maka sebanyak 20 ribu pekerja terancam dirumahkan tanpa gaji.