Tech

Kiat Sukses Jadi YouTuber Otomotif Ala Ridwan Hanif

Konsisten dan upgrade diri jadi kunci penting saat terjun menjadi YouTuber.


Kiat Sukses Jadi YouTuber Otomotif Ala Ridwan Hanif
YouTuber otomotif, Ridwan Hanif. (Instagram/Ridwan Hanif)

AKURAT.CO Bagi pecinta otomotif, tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama Ridwan Hanif Rahmadi. Pasalnya, melalui channel YouTube milikinya, Ridwan kerapkali membagikan ulasan otomotif. Entah itu seputar mobil maupun motor.

Ridwan pertama kali terjun sebagai YouTuber pada tahun 2016, sebelumnya ia juga aktif menulis seputar otomotif di media yang ia kembangkan bersama teman-temannya.

Sepanjang perjalanannya membuat video ulusan otomotif, tentunya suka dan duka menyelimuti sampai akhirnya ia dikenal seperti sekarang.

baca juga:

"Banyak suka dan duka pastinya. Tapi, lihat pencapaian sekarang, kayaknya dukanya itu enggak seberapa dibandingkan dengan apa yang telah didapatkan sekarang," kata Ridwan kepada Akurat.co, Rabu (25/5).

Ia juga menceritakan bahwa kesulitan untuk membuat ulasan otomotif adalah mendapatkan akses ke kendaraan. Ia mencontohkan bahwa, YouTuber otomotif untuk mendapatkan kendaraan tidak semudah YouTuber lain, misalnya YouTuber handphone.

"Kalau YouTuber handphone, itu barangnya tentu relatif lebih murah dibandingkan dengan mobil. Jadi, tantangannya di situ. Akses ke kendaraan. Tapi, ketika kita bisa dapat pinjaman kendaraan untuk diulas, itu jadi sesuatu yang lebih tinggi dibanding yang lain dan jadi hal yang sangat membahagiakan. Makanya, kita perlu kerja ekstra agar bisa mendapatkan akses kendaraan dengan lebih mudah," ungkap Ridwan.

Untuk sampai dititik bisa dipercaya oleh sebuah brand otomotif, tentunya butuh perjalanan yang tidak singkat. Menurut Ridwan, hal ini juga menjadi salah satu kesulitan dalam membangun namanya agar bisa dipercaya oleh brand.

"Yang susah itu mencari namanya, agar bisa dipercaya. Makanya butuh konsistensi, butuh update terus, butuh belajar terus, hingga akhirnya bisa dikenal. Karena ketika sudah dikenal, ke sananya jadi lebih gampang. Awal-awal hal ini jadi yang paling susah," ujar Ridwan.

Meski begitu, siapapun memiliki kesempatan untuk bisa menjadi YouTuber otomotif layaknya Ridwan. Bagi yang tertarik ataupun baru mulai terjun ke dunia YouTube, terutama otomotif, Ridwan juga membagikan tips sukses menjadi YouTuber.

Menurutnya, saat ini untuk menjaga YouTuber jauh lebih mudah dibandingkan dulu. Pasalnya, dulu untuk membuat sebuah video menggunakan kamera, terus dipindah ke laptop untuk mengedit. Sementara, saat ini, untuk membuat video, dari mulai merekam hingga tahap editing bisa dilakukan melalui handphone. Setelah itu, bisa langsung di-posting di YouTube.

Kemudahan lainnya dibandingkan dulu, yakni brand sudah lebih terbuka dengan YouTuber.

"Sekarang aksesnya lebih mudah. Brand sudah lebih terbuka dengan YouTuber. Berbeda dengan zaman dulu, yang masih sedikit. Kadang-kadang sering dipertanyakan, ini siapa nih, bukan dari media tapi bikin ulasan. Nah, sekarang lebih enak, aksesnya lebih gampang," ucap Ridwan.

Ia juga menekankan, untuk dapat sukses menjadi seorang YouTuber kuncinya adalah mau mengembangkan diri. Sebab, tidak sedikit orang yang justru fokus untuk upgrade alat ketimbang upgrade skill.

"Upgrade diri itu penting. Bagaimana kita menyampaikan, bagaimana kita belajar tentang produk tersebut, dan tentunya jam terbang tidak akan membohongi," kata Ridwan.

"Kalau saya flashback bagaimana dulu video saya awal-awal, itu jelek sekali dibandingkan sekarang. Sekarang cara penyampaian berubah, gesture juga berubah, dibandingkan dulu. Emang butuh konsisten dan belajar. Kuncinya jangan pernah merasa puas. Selalu belajar, upgrade terus, dan jangan merasa pintar," tambahnya.

Selain itu, ia juga mengimbau agar tidak terlena dengan penonton yang banyak. Sebab, saat fokus pada jumlah penonton dan suatu ketika ada video yang jumlah penontonnya sedikit, maka akan membuat patah semangat.

"Jadi, kalau bikin video dinikmati saja. Jangan sampai menyita waktu dan pikiran kita semua ke salah satu hal, misalnya penonton. Konsisten saja membuat video, biar lebih santai dan rileks. Nanti lama-lama ketika sudah nemu polanya dan sudah semakin nyaman, maka kita bisa lebih konsisten membuat video," pungkas Ridwan.