Rahmah

Kiai Said Aqil Siradj Jelaskan Sejarah Maulid dan Hukum Merayakannya

Kiai Said Aqil Siradj Jelaskan Sejarah Maulid dan Hukum Merayakannya
Kiai Said Aqil Siradj (Humas Atsaqafah)

AKURAT.CO Maulid Nabi adalah peringatan yang dilakukan oleh umat Islam dalam rangka menghormati hari lahir Rasulullah SAW. Di Indonesia, peringatan maulid nabi diadakan di masjid-masjid, musholla, kampung-kampung, bahkan hingga di istana negara.

Soal hukum merayakan maulid nabi ini menjadi perhatian banyak masyarakat. Sebagian menganggap bid'ah, dan sebagian lain menganggap sunnah atau minimal mubah.

Salah satu tokoh yang memberikan komentar terkait maulid ini yaitu KH Said Aqil Siradj, Ketua PBNU 2010-2020. 

baca juga:

"Maulid boleh, Maulud boleh," ujar Kiai Said dalam Maulid Akbar virtual PBNU di Masjid Istiqlal Jakata, yang diunggah channel YouTube TVNU pada 23 November 2020.

Menurut Kiai Said, Maulid Nabi pertama kali diadakan oleh Al Muiz Lidinillah, Khalifah Fatimiyah yang membangun Khilafah di Mesir pada tahun 361 Hijriah yang membangun Kota Kairo. Beliau juga menegaskan bahwa memperingati Maulid Nabi termasuk merupakan Sunnah Taqririyah. 

Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah ini menjelaskan bahwa sunnah terbagi menjadi tiga macam. 

Pertama, Sunnah Qauliyah, yaitu perkataan atau sabda Rasulullah SAW. 

Kedua, Sunnah Fi’liyah, yaitu segala perilaku atau sikap Rasulullah SAW.

Ketiga, perilaku atau sikap yang bukan Rasulullah SAW, tetapi dibenarkan oleh beliau.