Rahmah

Kiai Said Aqil: Alasan 7 Huruf Ini Tidak Ada dalam Surat Al-Fatihah

Tujuh huruf tersebut identik dengan azab (siksa), sementara surat Al-Fatihah memiliki kandungan kasih sayang Allah SWT


Kiai Said Aqil: Alasan 7 Huruf Ini Tidak Ada dalam Surat Al-Fatihah
KH Said Aqil Siroj mengajar kitab Tafsir Mafatihul Ghaib di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/6/2022). (Tangkapan layar)

AKURAT.CO Mustasyar pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyebutkan ada tujuh huruf hijaiyah yang tidak terdapat dalam surat Al-Fatihah, yaitu tsa, jim, kha, zai, syin, dha, dan fa. Alasannya, huruf-huruf tersebut identik dengan siksa.

Hal ini disampaikan dalam pengajian kitab Tafsir Mafatihul Ghaib di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/6/2022).

“Tujuh huruf tersebut identik dengan azab (siksa), sementara surat Al-Fatihah memiliki kandungan kasih sayang Allah SWT,” terang tokoh kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu.

baca juga:

Selanjutnya, Kiai Said menjabarkan contoh satu persatu dengan ayat Al-Qur’an. Huruf tsa seperti menjadi awal kata tsubur (kebinasaan). Dalam Al-Qur’an disebutkan,

لَّا تَدۡعُواْ ٱلۡيَوۡمَ ثُبُورٗا وَٰحِدٗا وَٱدۡعُواْ ثُبُورٗا كَثِيرٗا 

Artinya, “(Akan dikatakan kepada mereka): "Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak". (QS. Al-Furqan [25]: 14)

Huruf jim seperti menjadi awal kata jahanam (neraka jahannam). Dalam Al-Qur’an disebutkan,

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ أَجۡمَعِينَ 

Artinya, “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.” (QS. Al-Hijr [15]: 43)

Huruf kha seperti menjadi awal kata khizyun (hina). Dalam Al-Qur’an disebutkan,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ تُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ تَوۡبَةٗ نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمۡ سَيِّ‍َٔاتِكُمۡ وَيُدۡخِلَكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ يَوۡمَ لَا يُخۡزِي ٱللَّهُ ٱلنَّبِيَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥۖ

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia.” (QS. At-Tahrim [66]: 8)