Rahmah

Kiai Ishomuddin: RUU Harus Mengacu pada Kemaslahatan Umat

Kiai Ishomuddin menganggap jika pembahasan tentang undang-undang ini bukan bermaksud sebagai langkah islamisasi.


Kiai Ishomuddin: RUU Harus Mengacu pada Kemaslahatan Umat
KH Ahmad Ishomuddin menghadiri acara Mudzakarah dan Silaturahmi Nasional dengan tema Indonesia Darurat "Minuman Beralkohol: Urgensi RUU Larangan Minol" yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara virtual melalui kanal YouTube Official MUI TV, Kamis (12/8/2021). (YouTube Official MUI TV)

AKURAT.CO  Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Ishomuddin menghadiri acara Mudzakarah dan Silaturahmi Nasional dengan tema Indonesia Darurat "Minuman Beralkohol: Urgensi RUU Larangan Minol" yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara virtual melalui kanal YouTube Official MUI TV, Kamis (12/8/2021).

Kiai Ishomuddin mengatakan, bahwa PBNU mendukung RUU pelarangan minuman beralkohol ini. Adapun RUU ini sudah deadlock selama dua tahun terkait masalah pengambilan judul. "Ada yang RUU pelarangan miras, ada yang RUU pengendalian dan pengaturan minuman beralkohol," kata kiai Ishomuddin.

Lebih lanjut kiai Ishomuddin menganggap, jika pembahasan tentang undang-undang bukan bermaksud sebagai islamisasi kehidupan bersama yang mengatur kehidupan bersama di negara Indonesia. Namun umat Islam sebagai umat yang terbanyak di Indonesia tentu memiliki aspirasi dan boleh menyampaikan pendapat-pendapatnya karena dijamin oleh konstitusi kita.

Kiai kelahiran Bandar Lampung itu menambahkan, bahwa sudah sangat dimaklumi dalam hal-hal bermanfaat dan menguntungkan bagi negara itu harus dicapai secara bersama. Namun sebaliknya, hal-hal yang tidak menguntungkan sebaiknya harus dilarang.

"Karena sesuatu itu adakalanya mengandung manfaat, sesuatu yang mengandung manfaat itu dan nampaknya jelas yiatu raji' itu pasti disandarkan pada agama," ujar kiai Ishomuddin.

Berangkat dari hal tersebut, kiai Ishomuddin menekankan jika rancangan undang-undang harus mengacu pada kemaslahatan. Menurut Imam Gazhali yang dimaksud dari kemaslahatan adalah menjaga tujuan dari agama.

"Jadi penyusunan rancangan undang-undang tentang minuman keras ini harus berpatokan kepada perlindungan terhadap agama," tutur kiai Ishomuddin.

Kemudian, kiai Ishomuddin mengusulkan judul berdasarkan kaidah-kaidah dalam membuat sebuah undang-undang. "Saya ingin mengusulkan judul yang sama dengan MUI dan ormas-ormas lain agar nanti di DPR RI tidak terjadi lagi perselisihan," pungkas kiai Ishomuddin.

Akan tetapi kiai Ishomuddin menjelaskan, jika setiap tindakan pemerintah atas rakyat yang tidak didasarkan pada kemaslahatan, dan tidak dimaksudkan untuk memberikan manfaat kepada rakyat, maka hal tersebut tidak sohih. "Setiap undang-undang yang dibuat tetapi dampaknya merusak mayoritas rakyat karena sangat longgar itu tidak benar atau undang-undang yang pasal-pasalnya tidak dibenarkan,". tambah kiai Ishomuddin.[]