Ekonomi

Khofifah Sebut Siap Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jatim, Begini Programnya

Khofifah Sebut Siap Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jatim, Begini Programnya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) membagikan sembako kepada warga di Kenjeran Park Surabaya, Jawa Timur, Minggu (8/5/2022). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

AKURAT.CO Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) langsung dari Presiden Joko Widodo telah diterima  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa .

Setelah diterimanya data P3KE, Khofifah menyatakan bakal tancap gas memberantas kemiskinan ekstrem di Jatim demi terwujudnya target nol kemiskinan ekstrem di 2024.

"Setelah menerima data P3KE dari Presiden Jokowi, yang merupakan data dengan nama dan alamat penduduk untuk sasaran intervensi program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, maka saya nyatakan kami Jawa Timur siap untuk tancap gas," tegas Khofifah.

baca juga:

Khofifah menegaskan data P3KE akan menjadi acuan siapa saja yang berhak menerima bantuan sosial dari pemerintah agar bisa naik kelas dari status miskin ekstrem menjadi lebih sejahtera.

Ia meyakini dengan adanya data P3KE yang berisi nama dan alamat sasaran penerima, bantuan yang disalurkan bisa lebih tepat sasaran.

"Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih, bantuan lebih tepat sasaran dan bisa lebih merata," tegasnya. Ia mengungkapkan saat ini di Jatim ada sebanyak 25 kabupaten/ kota yang menjadi daerah percepatan penanganan kemiskinan ekstrem.

Di 25 daerah ini digelontor berbagai program penyejahteraan dan pemberdayaan masyarakat agar taraf hidupnya bisa lebih meningkat. Program perlindungan sosial yang disiapkan seperti bantuan usaha kelompok usaha bersama (Kube) danprogram wanita rawan sosial ekonomi (WRSE)

Selain itu ada juga program zakat produktif yang menggandeng Baznas Jatim dan BUMD, lalu program asistensi sosial Penyandaang Disabilitas (ASPD) yang sesungguhnya telah rutin diberikan dan masih banyak program lainnya.

"Upaya kita sejauh ini cukup dapat dilihat hasilnya. Dimana Jatim, berdasarkan data BPS, tercatat sebagai provinsi dengan penurunan tertinggi angka kemiskinan secara nasional. Setelah sebelumnya pada periode Maret 2021 - September 2021, penurunan angka kemiskinan di Jatim mencapai 313.130 jiwa. Kemudian, pada periode Maret 2021 - Maret 2022, penurunan angka kemiskinan berhasil mencapai angka 391.400 jiwa. Tertinggi nasional," tegasnya.

Khofifah mengatakan akan terus mengajak elemen strategis untuk terus bergandengan tangan, bersinergi, berkolaborasi menghadapi tantangan saat ini.

Karena menurutnya sinergi dan kolaborasi menjadi kunci menghadapi segala tantangan dan menjadi bukti adanya hubungan yang harmonis dari semua elemen di Jawa Timur.

"Elemen-elemen strategis di Jawa Timur semua insyaallah akan terus bersinergi, berkolaborasi mengatasi tantangan saat ini," imbuhnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi