Tech

Khawatir Jatuh ke Tangan Tiongkok, AS Batasi Eskpor AI


Khawatir Jatuh ke Tangan Tiongkok, AS Batasi Eskpor AI
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI) (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Kekhawatiran pemerintah Amerika Serikat tentang keterlibatan Tiongkok dalam teknologi kini sudah mengarah pada pembatasan terhadap artificial intelligence (AI) secara signifikan.

Departemen Perdagangan AS mengeluarkan aturan yang berlaku pada 6 Januari ini. Mewajibkan perusahaan untuk menyertakan lisensi jika ingin mengekspor perangkat lunak pencitraan geospasial bertenaga AI tertentu ke negara lain selain Kanada.

Tidak mengherankan para pejabat khawatir, karena teknologi yang dapat membantu drone dan satelit mengidentifikasi benda-benda ini mungkin jatuh ke tangan Tiongkok dan penantang politik lainnya, seperti dilansir dari Engadget, Senin (6/1).

Aturan ini adalah yang pertama dipakukan sebagai bagian dari persyaratan untuk ekspor yang lebih ketat pada teknologi sensitif ke negara-negara dengan sikap yang kurang bersahabat terhadap AS. Dimaksudkan mencegah negara-negara lain dengan mudah menyalin teknologi AS. Meniadakan keuntungan ekonomi atau mengidentifikasi kelemahan keamanan.

Di sisi lain, membatasi jangkauan AI artinya membatasi juga tujuan yang benar-benar bermanfaat, seperti mengidentifikasi dampak perubahan iklim atau penyebaran perkotaan.

Sebelumnya, AS telah membuat daftar hitam untuk Huawei karena kekhawatiran akan pengawasan Tiongkok.  Jadi, pada dasarnya tidak akan terlalu sulit bagi pemerintah untuk langsung melarang ekspor utama AI agar tak jatuh ke Tiongkok.