Rahmah

Khabbab bin Arats, Pandai Besi yang Menjadi Guru Ngaji Fatimah binti Khattab

Khabbab berasal dari golongan lemah, yaitu seorang budak yang bertugas menjadi pandai besi. Ia sering diminta untuk membuat pedang dan alat-alat besi lainnya.


Khabbab bin Arats, Pandai Besi yang Menjadi Guru Ngaji Fatimah binti Khattab
Ilustrasi Sahabat Nabi (Genial)

AKURAT.CO Salah satu sahabat Muhajirin yang memeluk Islam pada masa-masa pertama adalah Khabbab bin Arats. Ketika itu, umat Islam belum mencapai dua puluh orang. Khabbab berasal dari golongan lemah, yaitu seorang budak yang bertugas menjadi pandai besi. Ia sering diminta untuk membuat pedang dan alat-alat besi lainnya.

Sebagai seorang budak, Khabbab sering mengalami penyiksaan yang tidak tanggung-tanggung. Hal tersebut juga dirasakan sahabat-sahabat yang masuk Islam pada periode awal.

Khabbab memiliki tuan yang sangat kejam bernama Ummu Ammar. Suatu hari, Khabbab pernah disetrika dengan besi panas yang merah menyala. Ia juga pernah diseret di atas timbunan bara yang membuat darahnya mengalir mematikan bara tersebut.

Karena merasa keberatan dengan perlakuan tuannya kepada dirinya, sehingga Khabbab mengutarakannya kepada Rasulullah SAW. Saat itu, Rasulullah SAW sedang bersandar di Ka'bah dengan beralaskan burdah. Rasulullah SAW bersabda,

"Wahai Khabbab, orang-orang yang sebelum kalian pernah disisir kepalanya dengan sisir besi, sehingga terlepas tulang dari dari daging dan uratnya, tetapi ia tidak berpaling dari agamanya. Ada pula yang dipenggal lehernya hingga kepalanya putus, namun ia tetap teguh dengan agamanya. Sungguh Allah SWT akan memenangkan perjuangan agama ini sehingga suatu saat nanti, orang akan berkendaraan dari Shan'a hingga Hadramaut tanpa merasa takut kecuali hanya kepada Allah SWT, sampai serigala bisa berdampingan dengan kambing (tanpa memangsanya). Namun sungguh kalian adalah orang yang suka tergesa-gesa,".

Setelah mendengar penuturan Rasulullah SAW, Khabbab pun ikhlas dengan penderitaannya dan tetap berteguh pada keimanannya. Pada saat Islam telah mengalami kejayaan dan berbagai harta kekayaan telah melimpah, Khabbab justru duduk menangis sambil berkata, "Tampaknya Allah SWT telah memberikan ganjaran atas segala penderitaan yang kita alami, aku khawatir tidak ada lagi ganjaran yang kita terima di akhirat, setelah kita terima berbagai macam kemewahan ini!!,”.

Kemudian Khabbab meletakkan seluruh hartanya pada bagian rumahnya yang terbuka, dan mengumumkan agar siapa saja yang memerlukan untuk mengambilnya tanpa harus meminta izin dirinya. Ia berkata, “Demi Allah, aku tidak akan mengikatnya dengan tali (yakni, tidak mempertahankan hartanya tersebut), dan tidak akan melarang orang yang akan meminta/mengambilnya!!”

Setalah itu, Khabbab dimerdekakan dan ditebus oleh Abu Bakar. Ia berkhidmad untuk belajar Al-Qur’an dan akhirnya menjadi salah seorang Qari. Khabbab juga mengajarkan Al Qur’an kepada Fathimah binti Khattab dan suaminya ketika Umar datang menghajar keduanya karena keislamannya. Tetapi kejadian itu justru menjadi pemicu Umar memeluk Islam. []