Rahmah

KH Said Aqil Siroj: Nahdliyyin Harus Punya Himmah yang Besar

Menurut Kiai Said, manusia itu mempunyai dua hawa nafsu. Yaitu hawa nafsu ghadabiyah dan hawa nafsu syahwatiyah.


KH Said Aqil Siroj: Nahdliyyin Harus Punya Himmah yang Besar
Prof Dr KH Said Aqil Siroj (YouTube NU Channel)

AKURAT.CO  Prof Dr KH Said Aqil Siroj berharap kepada seluruh masyarakat untuk merubah cara berfikir dalam menghadapi masalah dunia. Hal tersebut disampaikan dalam tausiyahnya pada acara pelantikan pengurus dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU DKI Jakarta di Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu dan disiarkan secara langsung melalui channel YouTube NU Channel Rabu (25/8/2021).

"Mulai sekarang cara berfikir menghadapi dunia harus ada perubahan. Barangkali dulu orang tua kita berpesan jangan mencari kekayaan, jangan jadi orang kaya, tidak boleh mati-matian mencari harta, dan harus menerima, hidup secara sederhana saja, maka hal ini harus kita rubah," kata Ketua Umum PBNU itu.

Menurut Kiai Said, manusia itu mempunyai dua hawa nafsu. Yaitu hawa nafsu ghadabiyah dan hawa nafsu syahwatiyah.

Kiai Said menjelaskan jika nafsu ghadabiyah merupakan hawa nafsu yang datang untuk meraih ambisinya. Seperti seseorang yang memiliki keinginan menjadi pemimpin negara atau pemimpin lainnya. Jika ditempuh dengan niat dan cara yang baik seperti ingin mendapat ridho Allah SWT. Maka menurut Kiai Said namanya himmah (cita-cita).

"Seseorang harus memiliki keinginan untuk menjadi seorang pemimpin, seperti pemimpin negara, pemimpin organisasi dan lainnya. Asalkan niat dan caranya baik, maka namanya himmah," ujar Kiai kelahiran Cirebon tersebut.

Nafsu yang kedua, lanjut Kiai Said, yaitu nafsu syahwatiyah, dimana saat seseorang yang memiliki keinginan untuk mendapatkan harta yang banyak. Jika ditempuh dengan niat dan cara yang baik seperti ingin mendapat ridho Allah SWT. Maka menurut Kiai Said hal tersebut merupakan adzimah.

"Masalah di dunia ini tergantung azdimah kita, jika azdimah kita besar, segala masalah yang kita hadapi akan terlihat sangat kecil, begitu juga sebaliknya, jika adzimah kecil, maka perkara kecil pun bisa menjadi besar," tutur ulama lulusan Universitas Ummul Qurra itu.

Selanjutnya Kiai Said menyebutkan beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki banyak harta. Seperti Sahabat Utsman bin Affan, Sahabat Sa'ad bin Abi Waqqas, Syaikh Abdul Qadir Jailani.[]