Rahmah

KH Said Aqil Siradj: Iman Tanpa Akhlak Seperti Pondasi Rumah Tanpa Dinding

KH Said Aqil Siradj: Iman Tanpa Akhlak Seperti Pondasi Rumah Tanpa Dinding
Said Aqil Siroj (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, ada seorang Guru Besar Harvard University di bidang ilmu politik bernama Samuel P Huntington yang menulis buku pada tahun 1987 yang berjudul The Clash of Civilization. Isinya antara lain menyebutkan setelah selesainya perang dingin antara barat dan timur dengan bubarnya Soviet dan negara-negara komunis maka akan terjadi konflik budaya.

"Artinya akan terjadi peperangan bukan karena politik, bukan karena ekonomi, tapi karena suku, agama dan budaya," ujar Kiai Said dalam video berjudul Prediksi Konflik Budaya Timur Tengah yang diunggah melalui YouTube NU Channel pada 4 Januari 2021.

Menurut Kiai Said, saat ini konflik di Timur Tengah terjadi bukan karena politik, ekonomi tetapi karena kelompok suku dan budaya yang menjadikan mereka berperang.

baca juga:

Kiai Said menambahkan, di Afghanistan yang 100% beragama Islam dan hanya memiliki 7 suku saja, tetapi sudah terjadi perang saudara selama 40 tahun dan menewaskan ratusan ribu warga. Hal tersebut terjadi karena persaingan antar suku dengan mengatasnamakan Islam.

"Artinya bahwa di Timur Tengah antara budaya dan agama belum harmonis dan menjadi satu. Agama seakan-akan sendiri, dan juga budaya berjalan dengan sendirinya," tutur Kiai Said.

Lebih lanjut lagi, Kiai Said menyebut bahwa agama merupakan Ilahiah, samawiah, muakaddasah bersifat Allah SWT dari langit yang berisikan tentang akidah dan syariat. Sedangkan budaya merupakan kreativitas manusia yang bersifat insaniah, waqiiyyah dan ijtihadiah.

"Dua hal ini antara agama yang bersifat ilahiah dengan ijtihadiah insaniah di Timur Tengah belum harmonis. Masih bertentangan, masih saling menunjukkan eksistensinya," ucap Kiai Said.

Dengan demikian, lanjut Kiai Said mengatakan bahwa berbeda dengan kondisi di negara Indonesia. Di mana, para ulama terdahulu seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan yang memiliki kecintaan terhadap agama dan negara.

"Jadi hubungan antara agama dan semangat nasionalisme, sudah harmonis," kata Kiai Said.

Kiai Said lalu mengajak masyarakat untuk memelihara, mengawal dan menjaga kedua instrumen tersebut, sehingga kita menjadi bangsa yang kuat dan bermartabat. Bangsa yang beragama religius, tetapi juga bangsa yang berbudaya dan berkarakter.

"Bukan hanya beriman. Iman saja tanpa akhlak seperti bangunan punya pondasi yang tidak ada dinding. Berakhlak saja ya sama saja punya dinding yang tidak punya pondasi," pungkas Kiai Said. []