Rahmah

KH Misbahul Munir Kholil: Iman Harus Dilakukan dengan Penuh Keyakinan, Jangan Hanya Ikut-ikutan

Hal pertama yang wajib diketahui bagi seorang muslim adalah mempercayai adanya Allah SWT.


KH Misbahul Munir Kholil: Iman Harus Dilakukan dengan Penuh Keyakinan, Jangan Hanya Ikut-ikutan
KH Misbahul Munir Kholil (DakwahNU)

AKURAT.CO  Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Misbahul Munir Kholil mengajak kepada umat Islam untuk selalu menguatkan iman, terutama bagi para muallaf. Karena hal pertama yang wajib diketahui bagi seorang muslim adalah mempercayai adanya Allah SWT.

"Iman ini harus dilakukan dengan keyakinan yang penuh, bukan hanya katanya, bukan hanya kata si fulan. Tetapi benar-benar dia meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT," ujarnya dalam Bincang Pembinaan Muallaf yang disiarkan secara langsung melalui channel YouTube TVNU, Jum'at (17/9/2021).

Setelah mengenal Allah SWT, lanjut Kiai Munir mengatakan, seorang akan memulai mengetahui Rasulullah SAW sebagai utusan Allah SWT dalam hal ini Muhammad SAW. Kemudian beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT, beriman kepada kitab-kitab Allah SWT, beriman kepada rasul-rasul Allah SWT, beriman kepada hari akhir dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk datangnya dari Allah SWT (qada' dan qadar).

"Nah ini pokok-pokok yang harus diimani oleh seorang mukmin. Jadi kalau dia sudah masuk Islam harus mengetahui dengan benar tentang Allah SWT. Malah sebagian ulama berpendapat tidak cukup seseorang dikatakan beriman dengan modal ikut-ikutan," kata Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren se-Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta itu. 

Kiai Munir kemudian mengutip Al-Qur'an Surat Al-Ikhlas yang artinya:

1. Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa’.

2. Allah tempat meminta segala sesuatu.

3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Kiai Munir menuturkan dengan sebab Surah Al-Ikhlas maka seseorang menjadi yakin kepercayaannya kepada Allah SWT. Menurutnya, dulu pada zaman Nabi Muhammad SAW, orang musyrik pernah datang kepada Nabi dan berkata, "Hai, Muhammad, ini Tuhan saya kelihatan, ada Lata, ada Uza, Tetapi kalau Tuhanmu itu seperti apa sih?". Maka Allah SWT menurunkan Surah Al-Ikhlas.

Lebih lanjut Kiai Munir mengatakan, selain mengetahui Allah SWT melalui pendekatan Al-Qur'an, seseorang juga bisa mengetahui Allah SWT mengunakan pendekatan secara akal. 

"Misalnya Tuhanmu siapa? Allah, kata siapa? Kata Kiai, Kiai itu kata siapa? Tentu disebutlah kata Al-Qur'an, Al-Qur'an dari mana? Dari Muhammad SAW, lah kok yakin bahwasannya Tuhan itu bernama Allah SWT. Karena yang menyampaikan Rasulullah SAW orang yang dipercaya," terang Kiai Munir.

Pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Qur'an Al-Misbah Jakarta itu menjelaskan, Rasulullah SAW merupakan orang yang dipercaya, yang tidak pernah berbohong dan Rasulallah SAW membawa Al-Qur'an. Dimana sampai detik ini tidak ada yang bisa menandingi Al-Qur'an.

"Maka jelas nyata apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW adalah sebuah kebenaran yang mutlak yang harus kita ikuti," tutur Kiai Munir.[]