Lifestyle

Ketupat Banten dan Sukabumi Apa Bedanya?


Ketupat Banten dan Sukabumi Apa Bedanya?
Penjual Ketupat di Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat (AKURAT.CO/Chodijah Febriyani)

AKURAT.CO, Kita tahu bahwa ketupat umumnya dibuat dari daun kelapa muda yang dianyam atau dibentuk. Tapi ternyata para penjual ketupat musiman di Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, tidak menggunakan daun kelapa muda dari Jakarta. Ya, tentu kelapa di Jakarta sangat sedikit, maka dibawa dari luar kota.

Salah satu penjual ketupat musiman, Bang Dasir, mengatakan, daun kelapa pembuat ketupat ini dibelinya dari Sukabumi, sehari sebelum dijual. Bermodal Rp300 ribu, ia membeli dan menjualkannya kembali di pasar.

"Belinya di Sukabumi. Soalnya, serat daunnya kasar tapi warnanya cerah dan bagus. Karena kan pembeli maunya pasti yang warnanya bagus. Jadi pas dimasak, nggak jelek gitu warnanya," kata pria 30 tahun ini kepada AkuratKuliner di Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Senin, (3/6).

Ketupat Banten dan Sukabumi Apa Bedanya - Foto 1
Penjual Ketupat di Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa. AKURAT.CO/Chodijah Febriyani

Lain halnya dengan Mustofa. Penjual ketupat dan lontong matang ini lebih memilih membeli daun kelapa muda dari Banten. Karena menurutnya, jika beli di Sukabumi perlu waktu dan tidak dikirim hari itu juga.

"Di Jakarta tidak ada yang jual. Ini susah carinya juga. Lebih baik beli di Banten. Bedanya sama beli di Sukabumi karena jarak saja. Kalau di sana nggak bisa diburu-buru, apalagi buat dagang yang butuhnya sekarang. Kalau beli di Banten, ya pesan hari ini nanti malam atau besok pagi juga sudah sampai," tuturnya.

Sama-sama menjual ketupat, Bang Dasir mengaku per harinya mendapat keuntungan sebesar Rp1,5 juta lebih. Sedangkan Mustofa, jika menjelang H-1 Lebaran, minat pembeli ketupat matang sangat meningkat, sehingga ia bisa menjual 20.000 biji ketupat dalam sehari, dengan untung bisa mencapai Rp60 juta. Wow![]