Rahmah

Ketum PBNU Ingatkan Masyarakat Tidak Lengah Hadapi Ancaman Terorisme

Kiai Said menyebut sel terorisme masih hidup dan aktif melakukan rekrutmen melalui fasilitas internet dan media sosial selama pandemi ini.


Ketum PBNU Ingatkan Masyarakat Tidak Lengah Hadapi Ancaman Terorisme
Prof Dr KH Said Aqiel Siroj (BangkitMedia)

AKURAT.CO  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqiel Siroj mengajak masyarakat untuk tidak boleh lengah dengan potensi ancaman terorisme. Kiai Said menyebut sel terorisme masih hidup dan aktif melakukan rekrutmen melalui fasilitas internet dan media sosial selama pandemi ini.

"Mereka aktif melakukan fundraising berkedok penggalangan dana kemanusiaan. Mereka juga menyalahgunakan kotak-kotak amal untuk merekrut generasi muda atau kaum milenial," ujar Kiai Said, Sabtu (25/9/2021).

Kiai Said mengatakan, NU mengapresiasi kinerja aparat yang melumpuhkan sel-sel Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dengan menangkap Abu Rusydan dan menembak mati Ali Kalora. Menurut Kiai Said, hal itu merupakan bagian dari ikhtiar melindungi jiwa dan raga bangsa Indonesia dari ancaman terorisme dan paparan ideologi jihadis 

Selain itu, Kiai Said juga menegaskan NU juga mendesak pemerintah untuk menindak tegas aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membunuh dan menganiaya tenaga kesehatan (Nakes) di distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Negara tidak boleh kalah oleh aksi brutal kelompok kriminal yang telah menyerang dan membunuh aparat keamanan.

Di waktu yang sama, Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma’ruf Amin, juga mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi organisasi terbesar di Indonesia karena pertolongan dari Allah SWT. Dalam paparannya, Wapres KH Ma'ruf Amin menyebut saat ini banyak organisasi yang didirikan lebih dulu dari NU namun tidak bisa berkembang seperti NU.

"Semoga Munas dan Konbes ini dapat memberi manfaat baik bagi NU pada khususnya dan juga untuk kemaslahatan bangsa dan negara," kata Wapres KH Ma'ruf Amin.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengingatkan kepada para nahdliyyin untuk bersyukur kepada Allah SWT, karena organisasi NU bisa berkembang sebesar ini. Hal itu tak luput dari perjuangan yang dilakukan oleh para tokoh ulama dengan sungguh-sungguh.

Wapres KH Ma'ruf Amin juga mengatakan kepada nahdliyyin agar bersyukur kepada Allah SWT karena sampai hari, NU masih tetap utuh tidak terpecah belah. Menurutnya, saat ini banyak organisasi lain yang jauh lebih kecil daripada NU, akan tetapi tidak mampu mempertahankan keutuhannya.

"Hal ini tentu karena perilaku dan sikap tokoh-tokoh NU dan para ulama yang lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadinya," sebut Wapres KH Ma'ruf Amin.[]