News

Ketum KNPI Sebut TWK KPK Hanya Buat Gaduh Masalah yang Tak Jelas

Menurutnya, asesmen TWK tidak bisa digunakan sebagai penentu pegawai KPK layak diberhentikan atau tidak.


Ketum KNPI Sebut TWK KPK Hanya Buat Gaduh Masalah yang Tak Jelas
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Ketua Umum KNPI Haris Pertama angkat bicara.

Dalam cuitannya di media sosial, Haris menyebut bahwa ada seseorang yang ingin berkuasa di KPK untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya, sehingga isu itu digulirkan.

"Terindikasi kuat adanya seseorang yang ingin mengusai @kpk untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya, hal itu bisa dilihat dengan ngototnya Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dimunculkan oleh @KPK_RI adalah untuk menyingkirkan pegawai-pegawai yang tidak sejalan dengan pimpinan @KPK_RI," kata Haris sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @knpiharis pada Jumat (7/5/2021).

Ia mengatakan, dalam situasi bangsa yang sedang carut-marut seperti sekarang ini, seharusnya KPK jangan malah menambah kegaduhan. Lebih baik fokus pada kerja-kerja pemberantasan korupsi saja. 

"Itu kasus-kasus hukum yang sedang berjalan bagaimana? Apakah akan terhenti lagi hanya karena kegaduhan masalah yang tidak jelas," katanya.

Menurutnya, asesmen TWK tidak bisa digunakan sebagai penentu pegawai KPK layak diberhentikan atau tidak.

"Saya melihat bahwa saat ini @KPK_RI sedang di bredel oleh para BuzzerRP. Sepertinya ada kepentingan besar yang ingin di capai oleh seseorang atau sebuah kelompok tertentu agar beberapa kasus besar yang melilit para mafia bisa terlupakan," ujarnya.

Setiap ada kasus besar yang ditangani oleh KPK pasti akan ada kegaduhan dan menurutnya, ada peran para buzzerrp yang akan membuat skenario pelemahan-pelemahan terhadap KPK. 

"Saat ini Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dijadikan alat untuk membuat gaduh @KPK_RI dengan dibantu oleh para BuzzerRP," ujarnya.

Seperti diketahui, Penyidik senior KPK Novel Baswedan kembali jadi sorotan publik, lantaran beberapa pegawai KPK termasuk Novel tidak lolos tes wawasan kebangsaan yang diikuti seluruh pegawainya sebagai bagian dari proses alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Plt juru Bicara KPK Ali Fikri mengakui sudah menerima hasil tes tersebut dari Badan Kepegawaian Negara atau BKN. Namun Ali merahasiakan hasil assesemen Novel Baswedan. Dia memastikan lembaganya akan menyampaikan hasil tes tersebut kepada publik dalam waktu dekat.

"KPK telah menerima hasil assesment wawasan kebangsaan yang diserahkan pihak BKN (Badan Kepegawaian Negara) tanggal 27 April 2021," kata Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/5/2021).[]

Bayu Primanda

https://akurat.co