News

Ketum KNPI: ACT Harus Diperiksa

Presiden ACT maupun para elite ACT lainnya terendus memiliki sejumlah fasilitas dengan harga tinggi.


Ketum KNPI: ACT Harus Diperiksa
ACT sedang dirundung masalah penyelewengan dana umat (Dok. ACT)

AKURAT.CO, Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mendesak lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diduga telah menyelewengkan dana umat harus diperiksa.

"ACT harus di periksa," tegas Haris dikutip dari akun twitternya @knpiharis, Senin (4/7/2022).

Haris mengatakan, bagaimanapun donasi yang dikumpulkan dari rakyat Indonesia,  jangan sampai penggunaannya disalahgunakan. Pasalnya, presiden ACT maupun para elite ACT lainnya terendus memiliki sejumlah fasilitas dengan harga tinggi.

"Bagaimanapun donasi yang dikumpulkan dari rakyat Indonesia jangan sampai penggunaannya disalahgunakan. @ListyoSigitP @DivHumas_Polri @CCICPolri @PolriBareskrim @KejaksaanRI," tandasnya.

Diketahui, lembaga kemanusiaan yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membantah jika ada aliran dana yang diberikan oleh masyarakat disalurkan ke pihak teroris.

Vice President ACT, Ibnu Khajar menegaskan bahwa ACT merupakan lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang didapat dari berbagai mitra dan tersertifikasi oleh pemerintah. Hal itu terbukti dari ACT telah berkiprah di 47 lebih negara, distribusi bantuan ke banyak negara.

"ACT merupakan lembaga kemanusiaan yang memiliki izin Kemensos bukan Amil Zakat yang izinnya dari Kemenag atau BAZNAS. ACT berkiprah di 47 lebih negara, distribusi bantuan ke banyak negara," kata Ibnu saat konferensi pers, Senin (4/7/2022).

Sementara, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengindikasikan transaksi yang diduga berkaitan dengan aktivitas terorisme oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). []