News

Ketua Umum PII: Insinyur Indonesia Diakui Sejajar Dunia

Heru mengatakan bahwa insinyur Indonesia telah mendapat kesetaraan di kancah internasional.


Ketua Umum PII: Insinyur Indonesia Diakui Sejajar Dunia
Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) melantik insinyur baru lulusan Program Studi Profesi Insinyur (PSPPI) Pascasarjana, Jumat, 11 Juni 2021.

AKURAT.CO, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) melantik insinyur baru lulusan Program Studi Profesi Insinyur (PSPPI) Pascasarjana, Jumat, 11 Juni 2021.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto menghadiri acara untuk melantik sekaligus memberikan pembekalan pada para insinyur yang siap berkontribusi bagi Indonesia. 

Dalam kesempatan tersebut, Heru mengatakan bahwa saat ini insinyur Indonesia telah memasuki era baru, kini sistem keinsinyuran di Indonesia setara dan kompatibel dengan sistem global.

“Sarjana Teknik lulusan Program Studi yang telah diakreditasi PII sekarang ini sudah dapat disetarakan dengan lulusan dari negara maju. Insinyur Indonesia sudah diakui sejajar dengan insinyur dunia,” kata Heru dalam keterangannya, Sabtu (12/6/2021).

Heru menerangkan, dulu insinyur Indonesia digaji jauh tertinggal dari para insinyur asing. Sistem remunerasi insinyur di Indonesia masih tidak adil untuk insinyur lokal. Namun saat ini insinyur lokal telah mendapatkan tempat melalui standar kompetensi skala internasional, begitupun sistem remunerasi. 

“Jadi kalau dulu gaji para insinyur Indonesia jauh tertinggal dengan para ahli asing, sekalipun kerjanya di tanah air, sekarang, remunerasi insinyur lokal bisa disetarakan dengan asing karena memiliki standar kompetensi skala internasional,” ujar mantan President Director PT. Cirebon Energi Prasarana. 

Selain fokus membahas keadilan sistem remunerasi insinyur lokal, Heru menjelaskan Indonesia harus bisa memaksimalkan infrastruktur keinsinyuran melalui penambahan sarjana teknik, insinyur, dan insinyur profesional agar bisa berdaya saing global.

“Setelah infrastruktur keinsinyuran terbangun maka kini saatnya memaksimalkan infrastruktur keinsinyuran tersebut dengan menambah sebanyak-banyaknya sarjana teknik, insinyur, serta insinyur profesional,” tambah Heru. 

Di akhir pidato, Heru menutup dengan penjelasan bahwa sertifikasi Insinyur profesional (IP) PII, kini telah menjadikan IP Indonesia setara dengan PE (Professional Engineer) dunia.[]